Jurnal Tembus Peringkat Dunia, Puluhan Publikasi Dikebut Menuju SINTA 1 & 2
Bandar Lampung — Universitas Lampung (Unila) kembali mencatat sejarah di kancah akademik internasional. Melalui rilis SCImago Journal Rank (SJR) 2025, Unila sukses menempatkan Jurnal Sylva Lestari pada kategori Quartile 2 (Q2), capaian tertinggi sepanjang sejarah universitas tersebut.
Prestasi ini menandai lonjakan kualitas publikasi ilmiah Unila, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai pusat riset berdaya saing global.
Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, menegaskan capaian ini merupakan hasil konsistensi kebijakan dalam mendorong kualitas riset dan publikasi.
“Ini bukti bahwa standar akademik Unila semakin diakui dunia. Kami akan terus memberikan dukungan penuh agar prestasi ini meningkat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Tak hanya Q2, empat jurnal lainnya juga bertahan dan menempati peringkat internasional, yakni tiga jurnal di Q3 dan satu jurnal di Q4. Capaian ini menunjukkan ekosistem publikasi ilmiah Unila kian solid dan kompetitif.
Ketua LPPM Unila, Dikpride Despa, menilai keberhasilan ini merupakan buah kerja kolektif seluruh pengelola jurnal.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras bersama. Kami akan terus memastikan kualitas substansi dan teknis jurnal tetap terjaga melalui pendampingan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Di sisi lain, Unila juga menyiapkan langkah besar di tingkat nasional. Melalui Pusat Publikasi dan Kerja Sama, puluhan jurnal tengah dipersiapkan untuk mengikuti akreditasi SINTA pada 2026.
Ketua Pusat Publikasi dan Kerja Sama Unila, Gigih Forda Nama, menyebut capaian Scopus ini menjadi fondasi untuk ekspansi lebih luas.
“Tahun ini kami siapkan puluhan jurnal untuk akreditasi dan re-akreditasi SINTA. Targetnya memperbanyak jurnal di SINTA 1 dan SINTA 2 sebelum kita dorong ke indeksasi internasional seperti Scopus dan WoS,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pimpinan universitas, LPPM, serta pengelola jurnal, Unila optimistis mampu memperkuat kontribusi riset kelas dunia sekaligus mengangkat reputasi akademik Indonesia di tingkat global. (*).






