Kelola Sampah Jadi Rupiah, UMKM Lampung Didongkrak Lewat Program Berkelanjutan
Bandarlampung — Memperingati Hari Kartini, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung melalui Srikandi PLN menggelar aksi pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi dan lingkungan berkelanjutan, Rabu (22/4/2026).
Program ini menyasar komunitas emak pengelola sampah di Gang Kelana yang juga merupakan pelaku UMKM. Melalui pendekatan terpadu, PLN mendorong pengelolaan dan monetisasi sampah sebagai sumber penghasilan baru sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sosialisasi pemanfaatan aplikasi PLN Mobile untuk mempermudah akses layanan kelistrikan. PLN juga menghadirkan promo tambah daya listrik hingga 50 persen guna meningkatkan kapasitas produksi UMKM agar lebih produktif dan kompetitif.
Tak hanya itu, PLN berkolaborasi dengan Rumah BUMN Bandar Lampung dalam memberikan pembinaan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pembinaan meliputi peningkatan kualitas produk hingga strategi pemasaran digital.
Penguatan ekonomi juga dilakukan bersama Bank Sampah Emak.id Unit Gang Kelana melalui pengelolaan sampah berbasis komunal. Hingga kini, komunitas tersebut telah mengumpulkan sekitar 2,5 ton kertas, 4,2 ton plastik, 1,5 ton metalik, serta 230 kilogram minyak jelantah—yang seluruhnya memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi beban sampah ke TPA Bakung.
Ketua Srikandi PLN, Tarti Mudiani, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam ekonomi.
“Melalui aksi ini, kami ingin mendorong perempuan menjadi pelaku utama ekonomi yang mandiri. Pengelolaan sampah menjadi langkah konkret menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Antusiasme peserta pun tinggi. Salah satu anggota komunitas, Ibu Anik, mengaku mendapatkan banyak manfaat.
“Kami jadi paham layanan PLN Mobile, mendapat informasi promo listrik, dan juga belajar mengembangkan usaha. Ini sangat membantu kami para ibu,” ungkapnya.
Melalui inisiatif ini, PLN UID Lampung menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pemberdayaan perempuan yang inklusif, sekaligus mendorong ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (*).






