“MUNSTER OUT, RD Mulang Tiyuh!”

Rahmad Darmawan Digadang Pulang Tangani Bhayangkara FC, Suporter Lampung Mulai Bergerak

BANDAR LAMPUNG — Atmosfer sepak bola nasional memanas jelang berakhirnya kompetisi Liga 1 dan play-off promosi Liga 2 musim 2026. Di tengah isu pergantian pelatih Bhayangkara FC, nama pelatih asal Lampung, Rahmad Darmawan, kembali menggema dan didorong pulang oleh pecinta sepak bola Lampung.

Seruan “Munster Out, RD Mulang Tiyuh!” ramai digaungkan di berbagai grup diskusi suporter setelah performa Bhayangkara FC dinilai belum stabil musim ini. Desakan itu menguat menyusul rumor manajemen Bhayangkara FC yang disebut tengah mempertimbangkan penggunaan pelatih lokal untuk kompetisi Liga 1 musim depan.

Pengamat dan pecinta sepak bola Lampung, Adolf Ayatullah atau yang akrab disapa Bung Dolop, menilai sosok Rahmad Darmawan menjadi figur paling ideal untuk membawa identitas baru Bhayangkara FC, terutama jika klub tersebut serius memperkuat basis dukungan di Lampung.

“Kalau benar Bhayangkara FC ingin membangun kekuatan baru di luar Jawa, RD adalah pilihan paling tepat. Dia punya pengalaman, karakter, dan kedekatan emosional dengan Lampung,” ujar Bung Dolop, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, momentum saat ini sangat menarik karena persebaran klub Liga 1 mulai berubah. Ia menyebut hanya sedikit klub luar Jawa yang masih bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.

“Jika Persipura menang atas Adhyaksa FC, maka Persipura jadi satu-satunya wakil Papua di Liga 1. Setelah Semen Padang terdegradasi, Bhayangkara FC menjadi satu-satunya wakil Sumatera. PSM Makassar juga tinggal sendiri mewakili Sulawesi,” katanya.

Bung Dolop menilai kondisi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat identitas regional klub-klub luar Jawa agar kompetisi nasional tidak terus terpusat di kawasan Jawa-Bali.

Di sisi lain, play-off promosi Liga 1 juga menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi Lampung. Selain Rahmad Darmawan yang tengah menangani Persipura Jayapura, terdapat nama pemain asal Gadingrejo, Pringsewu, Dedi Hartono, yang memperkuat Adhyaksa FC dalam perebutan tiket promosi Liga 1.

“Putra Lampung kembali menorehkan sejarah di panggung nasional. Ini membuktikan daerah kita punya kualitas sepak bola yang tidak kalah,” ujar Bung Dolop.

Desakan pergantian pelatih Bhayangkara FC sendiri semakin keras setelah hasil minor dalam beberapa pertandingan terakhir. Sejumlah suporter bahkan mulai menggagas aksi simbolik berupa pemasangan spanduk besar bertuliskan “Munster Out, RD Mulang Tiyuh!” apabila performa tim kembali mengecewakan.

Bung Dolop menilai dukungan terhadap Rahmad Darmawan bukan sekadar romantisme daerah, melainkan harapan agar Bhayangkara FC memiliki arah pembinaan yang lebih kuat dan mampu menjadi representasi kebangkitan sepak bola Sumatera di Liga 1. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *