Basarnas Tutup Operasi Pencarian, M. Zaki Masih Dinyatakan Hilang
LAMPUNG SELATAN — Operasi pencarian terhadap M. Zaki (20), korban yang diduga terjatuh dari kapal di Perairan Selatan Sumatera, resmi dihentikan setelah tujuh hari pencarian intensif tidak membuahkan hasil. Hingga Minggu (10/5), korban masih dinyatakan hilang.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Lampung, Lanal Lampung, Ditpolairud Polda Lampung, dan KSKP Panjang telah melakukan penyisiran laut sejak Selasa (5/5) menggunakan RIB 03 Basarnas dengan jangkauan pencarian mencapai lebih dari 27 nautical mile dari titik perkiraan jatuhnya korban.
Selain penyisiran permukaan laut, tim juga melakukan pemantauan bawah air menggunakan Aqua Eye dan Underwater Search Device (UWSD), serta berkoordinasi dengan nelayan dan masyarakat pesisir di sekitar Pulau Tabuhan dan Pulau Legundi.
Namun upaya pencarian terkendala oleh luasnya wilayah operasi, cuaca laut yang berubah-ubah, serta minimnya saksi mata yang mengetahui secara pasti lokasi jatuh korban. Bahkan pada hari keempat operasi, RIB 03 Basarnas sempat mengalami gangguan overheat pada sistem navigasi yang mempengaruhi efektivitas pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung yang diwakili Capt KN SAR Basudewa, M. Fadli, mengatakan penghentian operasi dilakukan berdasarkan evaluasi bersama seluruh unsur SAR dan pihak keluarga korban.
“Berdasarkan hasil pencarian selama tujuh hari dan tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan korban dinyatakan hilang. Namun operasi dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau tanda keberadaan korban,” ujar M. Fadli dalam siaran persnya, Senin (10/5/2026).
Basarnas Lampung juga meminta nelayan dan masyarakat pesisir yang melintas di sekitar lokasi kejadian agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban.
Dengan ditutupnya operasi tersebut, seluruh personel SAR gabungan resmi dikembalikan ke kesatuan masing-masing. (*).






