SE2026 Dimulai, Pesawaran Petakan Kekuatan Ekonomi Daerah

Data Jadi Kompas RPJMD dan Arah Pembangunan Menuju Pesawaran CAKEP 2045

PESAWARAN — Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama Badan Pusat Statistik resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai langkah besar memetakan kekuatan riil ekonomi daerah guna menyusun kebijakan pembangunan yang lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran.

Pencanangan yang berlangsung di Aula Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran, Selasa (19/5), dipimpin Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali bersama Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution.

Dalam sambutannya, Ahmadriswan menegaskan SE2026 bukan sekadar agenda statistik lima tahunan, melainkan “navigasi ekonomi” yang akan menentukan arah kebijakan Indonesia hingga satu dekade mendatang.

“SE2026 adalah kompas pembangunan. Pemerintah membutuhkan data akurat untuk menyusun kebijakan yang tepat, sementara pelaku usaha membutuhkan peta ekonomi untuk membaca peluang dan tantangan bisnis ke depan,” ujarnya.

Ia menyoroti perubahan lanskap ekonomi modern yang kini bergerak cepat ke arah digital. Menurutnya, usaha berbasis media sosial, content creator, jasa kreatif, hingga bisnis platform digital harus mulai terdata secara menyeluruh agar kontribusinya terhadap ekonomi daerah dapat diukur secara nyata.

“Melalui SE2026, seluruh aktivitas ekonomi modern itu akan dipetakan sehingga pemerintah memperoleh gambaran utuh mengenai struktur ekonomi baru, potensi usaha, dan penciptaan lapangan kerja,” katanya.

Ahmadriswan juga mengaitkan pelaksanaan SE2026 dengan visi pembangunan “Pesawaran CAKEP” menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, sensus ekonomi menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah berbasis data.

“SE2026 dan visi CAKEP berjalan beriringan. Tidak boleh lagi ada kebijakan tanpa data. Data yang akurat akan melahirkan pembangunan yang cerdas, efektif, kreatif, aman, dan produktif,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menegaskan hasil sensus akan menjadi fondasi utama penyusunan RPJMD Kabupaten Pesawaran ke depan.

“Jangan sampai ada pelaku usaha yang tidak terdata. Hasil SE2026 ini akan menjadi kompas utama Pemkab dalam menyusun kebijakan ekonomi yang objektif dan terukur,” ujar Antonius.

Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh OPD, camat, hingga kepala desa untuk mengawal pelaksanaan sensus agar petugas memperoleh akses data yang valid di lapangan.

Antonius juga meminta masyarakat dan pelaku usaha menyambut petugas sensus dengan terbuka serta memberikan jawaban yang jujur dan akurat.

“Data sensus dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang. Kejujuran masyarakat akan menentukan ketepatan arah kebijakan ekonomi daerah,” katanya.

Dalam pemaparan kondisi ekonomi daerah, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Pesawaran dengan kontribusi lebih dari 35 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2025. Namun sektor perdagangan, industri pengolahan, jasa, dan ekonomi kreatif mulai tumbuh signifikan sebagai penanda transformasi ekonomi daerah.

Potensi besar di sektor pertanian, perikanan, pariwisata bahari, industri rumah tangga, hingga UMKM pesisir diharapkan dapat dipetakan secara komprehensif melalui SE2026 untuk menjadi dasar penyusunan roadmap pembangunan ekonomi Pesawaran yang lebih modern dan berdaya saing. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *