TENIS MEJA JADI ANDALAN LAMPUNG DI PON

KONI Optimistis Pertahankan Tradisi Emas, Sertifikasi Pelatih Disiapkan Menuju PON 2028

BANDARLAMPUNG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menegaskan cabang olahraga tenis meja tetap menjadi salah satu andalan daerah dalam perburuan medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Prestasi dua medali emas yang diraih pada PON 2024 menjadi bukti bahwa tenis meja telah menjelma sebagai salah satu kekuatan olahraga Lampung di tingkat nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Lampung, Riagus Ria, saat membuka kegiatan Sertifikasi Pelatih Tingkat Provinsi yang diselenggarakan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Lampung di Hotel POP Bandarlampung, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Riagus, capaian prestasi yang diraih atlet tenis meja Lampung dalam beberapa tahun terakhir harus menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan.

“Tenis meja sudah memiliki nama besar di tingkat nasional. Pada PON 2024 lalu cabang ini berhasil menyumbangkan dua medali emas untuk Lampung. Karena itu, tenis meja menjadi salah satu cabang olahraga unggulan yang harus terus kita dukung bersama,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh insan olahraga, mulai dari pengurus, pembina, pelatih hingga atlet, untuk bersatu menjaga prestasi yang telah diraih sekaligus mempersiapkan generasi baru yang mampu bersaing pada PON 2028 mendatang.

“Kita harus memberikan dukungan penuh kepada seluruh elemen tenis meja Lampung agar terus berkarya dan mengharumkan nama daerah. Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui pembinaan yang terukur dan berkesinambungan,” tegasnya.

Riagus menilai langkah PTMSI Lampung menggelar sertifikasi pelatih tingkat provinsi merupakan keputusan strategis dalam memperkuat fondasi pembinaan olahraga prestasi. Menurutnya, pelatih merupakan ujung tombak dalam mencetak atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

Ia juga mengingatkan bahwa sertifikasi kepelatihan kini menjadi syarat penting dalam berbagai kejuaraan nasional, sehingga peningkatan kompetensi pelatih harus menjadi perhatian seluruh cabang olahraga.

“Kami sangat mengapresiasi PTMSI Lampung yang serius melakukan pembinaan melalui sertifikasi pelatih. Ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk menghadapi PON 2028. Bahkan, kegiatan ini menghadirkan pelatih berlevel internasional dari luar negeri,” katanya.

Selain menjadi bagian dari persiapan menuju PON 2028, sertifikasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelatih dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Lampung yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026.

Riagus optimistis, di bawah kepemimpinan Ketua PTMSI Lampung, Juwita, prestasi tenis meja Lampung akan semakin meningkat dan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu penyumbang medali utama bagi kontingen Lampung.

“Dengan sinergi antara PTMSI dan KONI, saya yakin tenis meja Lampung akan semakin kuat dan mampu meraih hasil yang lebih baik pada PON 2028 mendatang,” ujarnya.

Kegiatan sertifikasi pelatih tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga prestasi di Lampung. Dengan pembinaan yang semakin profesional dan dukungan seluruh stakeholder olahraga, tenis meja diyakini tetap menjadi salah satu cabang unggulan yang diandalkan untuk mengharumkan nama Provinsi Lampung di pentas nasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *