Isbedy Stiawan ZS Rayakan Usia ke-68 dengan Meluncurkan Antologi 68 Puisi Terbaru
Bandar Lampung – Dunia sastra Lampung kembali mencatatkan peristiwa penting. Penyair senior nasional asal Lampung, Isbedy Stiawan ZS, resmi menerbitkan buku terbaru berjudul “Puisi 68”, sebuah antologi yang menghimpun 68 puisi yang ditulis sepanjang tahun 2025 hingga 2026.
Penerbitan buku tersebut sekaligus menjadi penanda perayaan ulang tahun ke-68 Isbedy Stiawan ZS yang jatuh pada 5 Juni 2026. Karya terbaru ini menegaskan konsistensi Isbedy sebagai salah satu sastrawan produktif yang terus berkarya dan memberi warna bagi perkembangan sastra Indonesia.
Diterbitkan oleh Lampung Literature, buku Puisi 68 menghadirkan refleksi kehidupan, perjalanan kreatif, serta pergulatan batin penyair yang telah puluhan tahun mengabdikan diri di dunia literasi.
Menariknya, buku ini dilengkapi epilog yang ditulis oleh Fitri Angraini, istri Isbedy Stiawan ZS. Dalam tulisannya, Fitri mengulas kedudukan puisi dalam kehidupan keluarga sekaligus menggambarkan perjalanan panjang Isbedy sebagai penyair yang konsisten menjaga api kreativitasnya.
Dalam salah satu penggalan epilog, Fitri mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Isbedy yang telah dikenalnya sejak masa sekolah.
“Dia adalah salah satu idola saya dalam bidang sastra. Sejak dinikahinya saya selalu menyebut namanya dalam doa,” tulis Fitri dalam epilog bertajuk Sekapur Sirih untuk Isbedy.
Peluncuran Puisi 68 tidak hanya menjadi momentum personal bagi Isbedy, tetapi juga menjadi kabar menggembirakan bagi komunitas sastra dan pecinta puisi di Lampung maupun Indonesia. Kehadiran buku ini diharapkan memperkaya khazanah sastra nasional sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dunia literasi.
Sebagai salah satu penyair yang konsisten menerbitkan karya dalam berbagai genre sastra, Isbedy selama ini dikenal aktif membangun ekosistem literasi di Lampung melalui berbagai kegiatan kepenulisan, diskusi sastra, hingga pembinaan penulis muda.
Terbitnya Puisi 68 menjadi bukti bahwa usia bukanlah batas untuk terus berkarya. Di usia ke-68 tahun, Isbedy Stiawan ZS justru kembali menunjukkan produktivitasnya sebagai sastrawan yang tetap relevan dan produktif di tengah perkembangan zaman. (*).






