GUBERNUR MIRZA PERCEPAT KEMANDIRIAN PETANI

Program PHC Ditargetkan Jangkau 2.000 Desa, Biaya Produksi Turun dan Produktivitas Pertanian Meningkat

LAMPUNG TENGAH – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kemandirian petani melalui Program Desaku Maju. Sebanyak 220 petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pupuk Hayati Cair (PHC) di Desa Simbar Waringin, Kecamatan Trimurjo, Jumat (26/6). Program ini menjadi salah satu strategi Gubernur Lampung untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dari luar daerah sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Lampung Tengah, I Nyoman Gunadiarsa, mengatakan sekitar 60 persen petani di Lampung Tengah kini telah mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pertanian. Menurutnya, angka tersebut harus terus ditingkatkan agar sektor pertanian semakin kuat dan berdaya saing.

“Petani Lampung Tengah harus semakin mandiri. Jangan sampai kebutuhan pertanian masih dibeli dari luar daerah. Dengan kemandirian petani, perekonomian daerah akan tumbuh dan inflasi dapat ditekan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rahmat Mirzani Djausal atas dukungan melalui penyaluran bantuan PHC kepada kelompok tani di Lampung Tengah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Lampung atas bantuan PHC bagi petani Lampung Tengah. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Deni Nardi, mewakili Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, menyampaikan bahwa Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menargetkan program PHC menjangkau 2.000 desa di seluruh Lampung hingga akhir 2026.

Menurut Deni, program tersebut tidak sekadar menyalurkan bantuan pupuk, tetapi membangun kemampuan petani untuk memproduksi pupuk hayati cair secara mandiri dan berkelanjutan.

“Harapan Bapak Gubernur, petani tidak lagi bergantung pada pupuk dari luar. Petani harus mampu memproduksi PHC sendiri sehingga tercipta kemandirian pupuk di tingkat desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, di Kabupaten Lampung Tengah masih terdapat 51 desa yang akan menjadi sasaran pengembangan program PHC. Sebelumnya, pada 2025 program ini telah berjalan di lebih dari 88 desa, sedangkan pada 2026 diperluas hingga mencakup 165 desa.

Pemerintah Provinsi Lampung optimistis perluasan Program PHC akan memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan efisiensi biaya produksi petani, serta mengokohkan posisi Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Melalui program ini, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal berharap petani semakin mandiri, produktif, dan sejahtera dengan sistem pertanian yang berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *