Korban Jatuh Dari KMP Batumandi Belum Ditemukan

Tim SAR Perluas Pencarian hingga Pulau Sebesi, Arus Laut Jadi Tantangan

LAMPUNG SELATAN – Operasi pencarian terhadap Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), penumpang yang dilaporkan terjatuh dari KMP Batumandi, terus dilakukan. Memasuki hari ketiga, Tim SAR Gabungan memperluas area penyisiran hingga perairan Pulau Sebesi untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang diduga terbawa arus laut.

Sejak Sabtu (11/7) pagi, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait kembali bergerak menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 milik Basarnas Lampung. Pencarian diawali di perairan Tanjung Tua, sekitar delapan mil laut dari lokasi kejadian, kemudian diperluas menuju Pulau Sebesi dengan radius 10 hingga 12 mil laut.

Komandan Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara, mewakili Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan evaluasi lapangan dan prediksi pergerakan korban akibat pengaruh arus laut.

“Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan memperluas area penyisiran sesuai prediksi pergerakan korban akibat pengaruh arus. Seluruh unsur yang terlibat tetap bekerja maksimal agar korban dapat segera ditemukan,” ujar Rezie.

Menurutnya, kondisi cuaca selama operasi relatif cerah sehingga mendukung proses penyisiran. Namun, arus bawah laut yang cukup kuat menjadi tantangan utama bagi tim dalam menentukan titik pencarian.

Korban diketahui bernama Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), warga Perum Mutiara Citra Asri Blok D24, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia dilaporkan terjatuh dari KMP Batumandi di perairan sekitar Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan.

Hingga operasi dihentikan pada Sabtu sore, korban belum berhasil ditemukan. Basarnas memastikan operasi SAR akan kembali dilanjutkan dengan memperluas penyisiran dan mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang terlibat.

Basarnas juga mengimbau nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Lampung Selatan hingga Pulau Sebesi agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban melalui Call Center 115 atau 0821-8004-8006.

Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Minggu (12/7) dengan harapan korban segera ditemukan dan dapat dievakuasi. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *