Messi Letoy!

Argentina melaju ke final sebagai tim dengan naluri menyerang dan spirit sepak bola ofensif. Produktivitas golnya paling mentereng sepanjang turnamen. Tim Tango juga masih punya Lionel Messi.

Di seberang, berdiri Spanyol. Tim yang sepanjang Piala Dunia cuma kebobolan satu gol. Bintangnya Lamine Yamal. Bocah yang 19 tahun silam memulai kisahnya dari sebuah foto ikonik: dimandikan Lionel Messi di dalam baskom.

Saat foto itu diambil, Messi memang sudah dikenal, tapi belum menjadi superstar. Waktu itu, ia masih seperti murid yang sedang menimba ilmu dari maestro Ronaldinho.

—

Namun, final tadi justru antiklimaks.

Sejak menit awal, Argentina dibuat kelabakan. Permainan mereka diacak-acak Spanyol. Lamine Yamal dan kawan-kawan mendominasi penguasaan bola, menciptakan lebih banyak peluang, dan berkali-kali mengancam gawang. Sementara Messi, hingga peluit panjang berbunyi, gagal memberi pengaruh yang diharapkan.

Seharusnya, ini menjadi panggung penutup yang megah bagi perjalanan Messi di Piala Dunia. Nyatanya, penampilannya justru jauh dari harapan. Delapan gol sepanjang turnamen tetaplah pencapaian luar biasa. Tapi kalau klimaksnya letoy, rasanya tetap ada yang kurang.

Di sisi lain, Lamine Yamal yang masih remaja kini sudah mengoleksi gelar liga, Piala Eropa, dan Piala Dunia. Rasanya tak berlebihan jika tongkat estafet bintang sepak bola dunia mulai berpindah dari La Pulga ke sang wonderkid.

—

Begitulah sepak bola.

Olahraga yang selalu penuh emosi. Selalu ada euforia, selalu ada kekecewaan. Dan setiap penggemarnya pasti pernah merasakan dua-duanya.

Messi, di final tadi, penampilanmu bikin banyak orang sedih.

😢

NB: Semalam aku nobar di Bundaran Gajah. Ramai luar biasa. Bonusnya, ada banyak yang pulang bawa kabar gembira karena mendapat hadiah umrah dari Bunda Eva.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *