Siswa SMA Muhammadiyah Kalirejo Dibekali Budaya Keselamatan Ketenagalistrikan
LAMPUNG TENGAH – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pringsewu terus memperkuat budaya keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat. Kali ini, PLN menyasar generasi muda melalui edukasi potensi bahaya listrik bagi pelajar dan guru SMA Muhammadiyah Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah.
Kegiatan yang digelar Selasa (28/7/2026) tersebut dipimpin Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan dan Keamanan (K3L) PLN UP3 Pringsewu, Andi Dwi Yunanto, bersama personel K3L PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kalirejo.
Dalam sosialisasi itu, PLN memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar keselamatan ketenagalistrikan, mengenali potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar, hingga langkah pencegahan dan penanganan awal saat terjadi kondisi darurat.
“Melalui sosialisasi ini, kami memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai dasar-dasar keselamatan ketenagalistrikan, potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar, serta langkah pencegahan yang perlu dilakukan. Kami berharap para siswa tidak hanya mampu menggunakan listrik secara aman, tetapi juga menjadi agen keselamatan yang dapat mengedukasi keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujar Andi.
Menurutnya, kesadaran keselamatan listrik harus dibangun sejak usia sekolah agar masyarakat semakin memahami pentingnya perilaku aman dalam memanfaatkan energi listrik.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenali berbagai risiko kelistrikan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya bahaya bermain layang-layang di sekitar Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM), penggunaan stop kontak berlebihan yang dapat memicu korsleting, penggunaan gawai saat pengisian daya ketika hujan atau petir, hingga pentingnya menjaga jarak aman saat mendirikan bangunan maupun antena di dekat jaringan listrik.
Kepala SMA Muhammadiyah Kalirejo, Amrizal Tamam, M.Pd., mengapresiasi langkah PLN yang memberikan edukasi langsung kepada warga sekolah.
Menurutnya, materi keselamatan kelistrikan yang disampaikan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru agar lebih bijak serta aman dalam menggunakan listrik.
“Edukasi seperti ini sangat penting karena listrik menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan pengetahuan yang diberikan PLN, warga sekolah dapat lebih memahami risiko dan cara mencegah terjadinya kecelakaan akibat kelistrikan,” katanya.
Selain memberikan edukasi keselamatan, PLN juga memperkenalkan aplikasi PLN Mobile sebagai layanan digital yang memudahkan masyarakat memperoleh berbagai layanan kelistrikan. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat melaporkan gangguan, menyampaikan potensi bahaya listrik, hingga mengakses berbagai layanan PLN secara cepat dan praktis.
Melalui program edukasi ini, PLN UP3 Pringsewu menegaskan komitmennya dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan serta menghadirkan layanan listrik yang andal, aman, dan mudah diakses.
PLN: Keselamatan Listrik Dimulai dari Kepedulian dan Pengetahuan Sejak Dini. (*).






