Siswi SMAN 1 Gedongtataan Wakili Lampung di FL3SN 2026, Angkat Isu Punahnya Bahasa Lampung Lewat Karya “Kartografi Sunyi”
Pesawaran – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Lampung. Muli Salma Atsila, siswi kelas XII SMAN 1 Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, sukses mengamankan tiket ke ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FL3SN) 2026 kategori Cipta Cerpen setelah meraih Juara I tingkat Provinsi Lampung. Ia akan mewakili Lampung pada kompetisi nasional yang digelar di Jakarta, November mendatang.
Keberhasilan Muli menjadi catatan sejarah bagi SMAN 1 Gedongtataan. Ia merupakan siswa pertama dari sekolah tersebut yang berhasil melaju ke tingkat nasional pada ajang FL3SN.
Cerpen berjudul “Kartografi Sunyi” mengantarkan Muli ke panggung nasional. Karya tersebut mengangkat kegelisahan seorang remaja terhadap ancaman punahnya bahasa Lampung yang mulai ditinggalkan generasi muda, bahkan di lingkungan keluarga.
“Ini sejarah bagi SMAN 1 Gedongtataan. Muli akan mewakili Lampung di kategori Cipta Cerpen dan bersaing dengan peserta dari 34 provinsi,” ujar Kepala SMAN 1 Gedongtataan, Sylvia Juita, Rabu (29/7/2026).
Sylvia menjelaskan, Kabupaten Pesawaran tahun ini mengirim dua wakil ke FL3SN tingkat nasional, yakni Muli Salma Atsila dari SMAN 1 Gedongtataan pada kategori Cipta Cerpen dan seorang siswa dari SMA Pelita pada kategori Film Pendek.
Menghadapi persaingan nasional, sekolah menyiapkan pendampingan intensif selama tiga bulan dengan melibatkan pembimbing sastra guna menyempurnakan karya dan mengasah kemampuan menulis Muli.
Pihak sekolah optimistis Muli mampu mengharumkan nama Lampung dan Kabupaten Pesawaran di tingkat nasional, sekaligus menunjukkan bahwa karya sastra dapat menjadi media pelestarian bahasa dan budaya daerah. (*).






