DPP Berdiri di Jakarta, Relawan Targetkan Jangkau Pelosok Nusantara dan Serap Aspirasi Rakyat
Bandarlampung – Relawan PRANTARA Indonesia (Prabowo Untuk Nusantara) resmi memasuki babak baru dengan menempati Kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) di Jalan Percetakan Negara XI Nomor 36, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Peresmian kantor pusat tersebut menjadi penanda dimulainya konsolidasi nasional organisasi untuk mengawal pelaksanaan program pemerintah sekaligus menjembatani aspirasi masyarakat hingga ke pelosok Nusantara.
Momentum peresmian bukan sekadar pembukaan kantor, melainkan deklarasi kesiapan PRANTARA Indonesia menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Peresmian dihadiri Ketua Umum PRANTARA Indonesia Ardho Adam Saputra, S.E., jajaran pengurus pusat, tokoh masyarakat, warga sekitar, serta puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Muslimah. Sejumlah karangan bunga ucapan selamat dari berbagai tokoh nasional, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, turut memenuhi halaman kantor sebagai bentuk apresiasi atas berdirinya organisasi tersebut.
Ketua Umum PRANTARA Indonesia, Ardho Adam Saputra, menegaskan organisasinya tidak ingin berhenti sebagai relawan politik semata, tetapi berkembang menjadi kekuatan sosial yang aktif mengawal pembangunan nasional.
“Hari ini bukan sekadar peresmian kantor. Ini adalah awal perjalanan besar PRANTARA Indonesia sebagai gerakan nasional. Kantor ini akan menjadi pusat konsolidasi, tempat lahirnya gagasan dan langkah nyata untuk memastikan program-program pemerintah berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ardho dalam siaran persnya, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, PRANTARA Indonesia akan membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat melalui kerja-kerja langsung di lapangan.
“Kami ingin menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat. Relawan PRANTARA akan turun ke berbagai daerah untuk mendengar aspirasi masyarakat, memantau pelaksanaan program pemerintah, lalu menyampaikan berbagai masukan sebagai bahan evaluasi. Keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Usai peresmian, DPP PRANTARA Indonesia langsung menggelar rapat kerja perdana guna menyusun arah kebijakan organisasi serta program strategis beberapa tahun ke depan. Salah satu agenda utama yang akan segera dijalankan adalah PRANTARA Adventure, yakni perjalanan kebangsaan ke berbagai wilayah Indonesia untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memantau implementasi program pemerintah di daerah.
Ardho menilai pembangunan nasional tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pembangunan membutuhkan kolaborasi. PRANTARA hadir dengan semangat gotong royong dan pengabdian agar setiap program pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Selain fokus pada pengawalan pembangunan, PRANTARA Indonesia juga menunjukkan kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada puluhan anak yatim sebagai bagian dari rangkaian peresmian kantor pusat.
Dengan berdirinya kantor DPP di Jakarta, PRANTARA Indonesia menargetkan penguatan struktur organisasi hingga tingkat daerah sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, mengawal pembangunan nasional, serta menjaga semangat persatuan demi mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaulat. (*).






