BPS: Kemiskinan Turun ke 9,31 Persen, Kontribusi Ekonomi Terbesar Keempat di Sumatera, Namun Dominasi Pekerja Informal Masih Jadi Tantangan
BANDAR LAMPUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat perekonomian Lampung pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara year-on-year (y-on-y). Capaian tersebut menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera, hanya berada di bawah Kepulauan Riau yang tumbuh 6,99 persen.
Selain itu, secara kumulatif semester I 2026 (Januari–Juni), ekonomi Lampung tumbuh 5,43 persen, sementara secara quarter-to-quarter (q-to-q) meningkat hingga 9,03 persen.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Dr. Ahmadriswan Nasution, S.Si., M.T., mengatakan capaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi Lampung tetap kuat di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
“Pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan II 2026 sebesar 5,29 persen menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi daerah terus bergerak positif dengan dukungan berbagai sektor utama, terutama pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan,” ujar Ahmadriswan.
Menurutnya, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung pada Triwulan II 2026 mencapai Rp147,91 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp80,07 triliun atas dasar harga konstan (ADHK).
Dari sisi lapangan usaha, sektor Pengadaan Listrik dan Gas menjadi yang tumbuh paling tinggi sebesar 10,30 persen, disusul Perdagangan sebesar 7,98 persen, dan Industri Pengolahan sebesar 6,99 persen. Sementara struktur ekonomi Lampung masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi 28,35 persen, diikuti Industri Pengolahan (18,56 persen) dan Perdagangan (14,27 persen).
Di sisi pengeluaran, Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen, sedangkan Konsumsi Rumah Tangga tetap menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi 61,08 persen terhadap PDRB.
Tak hanya tumbuh tinggi, Lampung juga menjadi penyumbang ekonomi terbesar keempat di Sumatera dengan kontribusi 10,14 persen terhadap total PDRB Pulau Sumatera.
Di sektor ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja bertambah menjadi 4,95 juta orang. Namun, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 masih berada di angka 3,97 persen, atau sekitar 204,45 ribu orang.
Ahmadriswan menilai kondisi pasar kerja Lampung masih memerlukan penguatan, terutama dalam penciptaan lapangan kerja formal.
“Jumlah penduduk bekerja terus meningkat. Namun demikian, tantangan yang masih perlu menjadi perhatian adalah tingginya proporsi pekerja di sektor informal serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih produktif,” katanya.
BPS juga mencatat kabar baik dari sisi kesejahteraan masyarakat. Persentase penduduk miskin Lampung pada Maret 2026 turun menjadi 9,31 persen, atau berkurang 0,35 persen poin dibandingkan September 2025. Jumlah penduduk miskin turun sebanyak 28,24 ribu orang menjadi 831,89 ribu jiwa.
Penurunan terbesar terjadi di wilayah perdesaan. Selain tingkat kemiskinan yang menurun menjadi 10,41 persen, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di desa juga membaik. Sementara Gini Ratio Lampung tercatat 0,290, dengan pemerataan pengeluaran masyarakat perdesaan yang semakin baik.
“Perbaikan indikator kemiskinan dan ketimpangan menunjukkan hasil pembangunan yang semakin merata, khususnya di wilayah perdesaan. Ke depan, upaya menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas perlu terus diiringi dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja dan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Ahmadriswan.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa fondasi ekonomi Lampung tetap kuat dengan pertumbuhan yang tinggi, kemiskinan yang menurun, dan pemerataan yang membaik. Namun, tantangan berupa dominasi pekerja informal, kualitas pendidikan tenaga kerja, serta penguatan kesempatan kerja formal masih menjadi pekerjaan rumah agar pertumbuhan ekonomi dapat semakin berkualitas dan berkelanjutan. (*).






