Perkuat Akurasi Data Sensus Ekonomi 2026, Dunia Usaha Diminta Aktif Bersinergi
BANDAR LAMPUNG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung memperkuat sinergi dengan dunia usaha untuk memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) menghasilkan data yang akurat, berkualitas, dan mampu menggambarkan kondisi perekonomian secara nyata.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan kunjungan Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, ke PT Sungai Budi Group di Bandar Lampung. Kunjungan yang dikemas dalam silaturahmi dan diskusi strategis itu diterima langsung Direktur PT Sungai Budi Group, Benny Susanto, bersama jajaran manajemen perusahaan.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya BPS membangun kolaborasi dengan pelaku usaha dalam mengawal kualitas data ekonomi. Keterbukaan dan akurasi informasi dari sektor dunia usaha dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menghasilkan statistik yang dapat dipercaya dan digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan.
“Data berkualitas tidak dapat berdiri sendiri; ia lahir dari kolaborasi yang kuat antara penyedia data dan para pelaku sektor industri,” tegas Ahmadriswan Nasution.
Menurutnya, keterlibatan aktif pelaku usaha, baik berskala nasional maupun daerah, sangat menentukan keberhasilan pemotretan kondisi perekonomian Indonesia melalui Sensus Ekonomi 2026.
“Keterbukaan dari PT Sungai Budi Group menjadi fondasi penting bagi tersedianya statistik ekonomi yang independen, akurat, dan tepercaya,” ujarnya.
DUNIA USAHA SIAP DUKUNG
PT Sungai Budi Group menyambut positif langkah proaktif BPS Provinsi Lampung tersebut. Manajemen perusahaan menyatakan kesiapan memberikan dukungan terhadap kelancaran agenda pendataan yang menjadi bagian penting dalam penyediaan informasi bagi pembangunan.
Kolaborasi BPS dengan dunia usaha dipandang strategis karena data ekonomi yang akurat tidak hanya dibutuhkan pemerintah dalam menyusun kebijakan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen penting bagi dunia usaha dalam membaca peluang, tantangan, investasi, serta keberlanjutan bisnis.
Sinergi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah melalui BPS tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pelaku usaha sebagai salah satu sumber utama informasi mengenai aktivitas ekonomi.
PETA EKONOMI MENUJU 2045
Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan gambaran komprehensif mengenai struktur dan aktivitas ekonomi Indonesia. Data tersebut nantinya menjadi bagian penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Di Lampung, penguatan komunikasi dan kolaborasi dengan pelaku usaha menjadi langkah penting untuk memastikan proses pendataan berjalan optimal dan memperoleh dukungan seluruh pemangku kepentingan.
BPS Provinsi Lampung dan PT Sungai Budi Group pun menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan dalam mendukung tersedianya data ekonomi yang presisi.
Dengan data yang kuat, pemerintah memiliki pijakan lebih akurat dalam menentukan arah pembangunan, sementara dunia usaha memperoleh gambaran ekonomi yang lebih jelas sebagai dasar pengambilan keputusan.
Sensus Ekonomi 2026 pada akhirnya bukan sekadar agenda pendataan, melainkan investasi data untuk memetakan kekuatan ekonomi Indonesia menuju visi Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045. (*).






