Futsal PWI Lampung Mulai Bongkar-Pasang Skuad, Tuan Rumah Bidik Juara di Dua Kategori
BANDARLAMPUNG – Misi merebut emas Porwanas 2027 dimulai. Sebanyak 28 pemain diproyeksikan memperkuat tim futsal PWI Lampung untuk dua kategori usia saat Lampung menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.
Proses seleksi berlangsung di Twin Futsal, Bandar Lampung, Sabtu (8/8/2026). Selama dua jam, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, para pemain unjuk kemampuan untuk merebut tempat di skuad utama.
Dua kategori menjadi sasaran pembentukan tim, yakni usia 27-39 tahun dan 40 tahun ke atas. Seleksi tidak sekadar mengukur kemampuan individu, tetapi juga menjadi ajang pemetaan posisi, komunikasi, kerja sama, kedisiplinan, hingga mental bertanding.
Suasana lapangan langsung memanas ketika tiga game dimainkan dengan komposisi pemain kedua kelompok usia yang dibuat berbaur.
Game pertama berakhir 1-1, dengan gol Yusuf Setiawan untuk tim oranye dan Jamrah bagi tim hijau. Game kedua kembali sengit dan berakhir 4-4, dengan dua gol di antaranya dicetak Mufid.
Pada game ketiga, jual beli serangan kembali terjadi. Tim oranye mencetak tiga gol melalui Hakim dan dua gol Ido, sementara tim hijau membalas lewat Jamrah dan dua gol Sirajudin. Laga ditutup dengan skor 3-3.
Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah dan Ketua Harian Pelaksana Porwanas 2027 Supriyadi Alfian turut memantau langsung jalannya seleksi.
Manajer Tim Futsal Porwanas PWI Lampung Muhammad Yuliardi menegaskan seleksi dilakukan untuk melengkapi sejumlah posisi yang belum memenuhi kebutuhan tim, khususnya kategori usia 27-39 tahun.
“Ada beberapa posisi yang belum memiliki pemain yang memenuhi kualifikasi,” kata Yuliardi, yang akrab disapa Aceng, Sabtu (8/8/2026).
Setelah seleksi, manajemen akan menyusun tahapan lanjutan menuju Training Center (TC) dan persiapan menghadapi Porwanas 2027.
Penanggung Jawab Tim Futsal PWI Lampung Herman Afrigal mengungkapkan perubahan paling besar terjadi pada kelompok usia 27-39 tahun. Dari skuad sebelumnya, hanya tersisa empat pemain.
Sementara kategori usia 40 tahun ke atas relatif lebih stabil dengan mempertahankan materi lama dan menambah sejumlah pemain yang naik kelas.
“Jumlah pemain kita 14 dikali dua, berarti total ada 28 pemain. Sebagai tuan rumah, kita tentu harus menurunkan tim penuh,” ujar Herman.
TAK MAU LAGI JADI RUNNER-UP
Target Lampung kali ini dipatok tinggi. Pengalaman menjadi runner-up dalam sejumlah penyelenggaraan Porwanas menjadi bahan bakar untuk mengejar prestasi lebih tinggi.
Lampung pernah menjadi juara ketika Porwanas berlangsung di Bandung. Setelah itu, tim Lampung kembali menjadi runner-up di Malang dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
“Kalau untuk harapan, masa kita mau menjadi runner-up terus?” tegas Herman.
Yuliardi bahkan menilai target juara sangat realistis, terlebih Lampung mendapat keuntungan sebagai tuan rumah.
“Karena tahun depan kita akan menjadi tuan rumah, saya rasa tidak berlebihan jika target kita adalah menjadi juara. Insyaallah,” kata Yuliardi.
Target tersebut berlaku untuk dua kategori sekaligus.
Herman menegaskan Lampung membidik dua medali emas. Reputasi Lampung yang selama ini diperhitungkan lawan menjadi modal tambahan.
“Target kita adalah itu, meraih emas,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya mental bertanding menghadapi Porwanas 2027.
“Seluruh daerah atau provinsi lain itu paling enggan bertemu dengan tim Lampung. Momen itulah yang akan kita manfaatkan, kita mainkan perang mental terlebih dahulu dengan mereka,” kata Herman.
SKUAD MASIH DISELEKSI
Sejumlah pemain kategori usia 40 tahun ke atas yang mengikuti seleksi antara lain Nur Kholis, Matalka, Aan Sopian, Agus Priyanto, Herman Afrigal, Sirojudin, Yanto, Marwan, Nur Setiawan, Jamra, Angga SW, dan Herman Azam.
Sedangkan kategori usia 27-39 tahun diikuti Idho Maisaputra, Ferdi Supriyadi, Dodi Setiawan, Lukman Nurhakim, Yusuf Setiawan, Dani Wijaya, M. Alfatir, Tofik Hidayat, Ramanda Adi, dan Wibowo.
Namun, nama-nama tersebut belum otomatis menjadi skuad final. Manajemen dan tim pelatih masih melakukan pemetaan berdasarkan kebutuhan setiap posisi.
Seleksi ditutup dengan pendinginan, arahan Ketua PWI Lampung, dan makan bersama.
Dari Twin Futsal, misi besar itu resmi dimulai: 28 pemain dipersiapkan, dua kategori dibidik, dan satu target utama dipasang—EMAS PORWANAS 2027. (*)






