Kondisi Pagi Lebih Baik, Operasional Kapal Normal — Arus Kendaraan Landai, Cuaca Berawan dan Gelombang Rendah
BANDARLAMPUNG — Kondisi aktivitas pelabuhan penyeberangan Bakauheni, Lampung, pada Minggu (6/9/2026) pagi berangsur membaik setelah sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, SE., MM., mengatakan intensitas debu vulkanik yang sebelumnya terasa cukup kuat kini telah berkurang. Kondisi Pelabuhan Bakauheni juga dilaporkan aman dan aktivitas penyeberangan berjalan normal.
“Keadaan pagi ini sudah lebih baik dari semalaman, Pak. Intensitas debu vulkanik sudah berkurang. Keadaan pelabuhan aman dan lancar,” kata Bambang.
Menurutnya, hingga pagi hari kondisi arus kendaraan di dalam maupun luar kawasan Pelabuhan Bakauheni terpantau landai dan relatif sepi. Sementara operasional kapal masih berlangsung seperti biasa.
“Untuk kondisi arus kendaraan dalam dan luar pelabuhan landai dan relatif sepi. Untuk operasional kapal masih berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Cuaca Cukup Aman
Berdasarkan laporan Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Pelabuhan Panjang pada pukul 07.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar Pelabuhan Bakauheni terpantau berawan.
Kondisi maritim juga relatif mendukung aktivitas pelabuhan. Angin bertiup dari barat laut dengan kecepatan 1–4 knot, sedangkan tinggi gelombang berada pada kisaran 0,2–0,3 meter.
Arus laut bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan sekitar 0,6–1,0 meter per detik. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini untuk kawasan tersebut.
Dalam rekomendasinya, BMKG menyatakan kondisi cuaca cukup aman untuk aktivitas pelabuhan, namun seluruh pihak tetap diminta memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala.
Aktivitas GAK Masih Dipantau
Di sisi lain, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian. Berdasarkan informasi pemantauan yang diterima, gunung tersebut tertutup kabut dengan kondisi visual 0–III, sementara asap kawah tidak teramati.
Cuaca di sekitar GAK dilaporkan berawan hingga mendung dengan angin lemah menuju arah barat laut.
Sementara itu, maklumat keselamatan pelayaran dan kepelabuhanan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Kelas I Panjang menetapkan kewaspadaan terhadap erupsi Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga). Dalam maklumat tersebut, masyarakat dan pengguna jasa pelayaran dilarang memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas GAK.
Kondisi tersebut membuat pemantauan arah angin dan sebaran abu vulkanik tetap menjadi faktor penting bagi keselamatan pelayaran, khususnya jalur penyeberangan Bakauheni–Merak.
Bambang menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan serta kelancaran transportasi penyeberangan.
“Untuk aktivitas pelabuhan tetap berjalan seperti biasa. Kami terus memantau perkembangan kondisi dan menunggu arahan lebih lanjut dari instansi terkait,” katanya. (*)






