TP SRIWIJAYA LAMPUNG IMBAU WARGA WASPADA ERUPSI GAK

Nurhasanah: Masyarakat Diminta Tetap Tenang, Waspada dan Ikuti Informasi Resmi

BANDAR LAMPUNG — Pengurus Daerah (Pengda) Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya Lampung mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah terdampak aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya erupsi dan sebaran abu vulkanik.

Ketua Pengda TP Sriwijaya Lampung, Nurhasanah, meminta masyarakat tidak panik, namun tetap berhati-hati dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik maupun arah sebaran abu.

Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Karena itu, warga diminta tidak mengabaikan informasi dan peringatan yang dikeluarkan oleh instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas GAK.

“Kami dari TP Sriwijaya Lampung mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati terhadap erupsi Gunung Anak Krakatau. Tetap tenang, tetapi selalu waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak yang berwenang,” ujar Nurhasanah.

Nurhasanah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawasan yang dinyatakan berbahaya serta menghindari aktivitas di wilayah yang berpotensi terdampak material erupsi maupun abu vulkanik.

Ia menegaskan, kewaspadaan diperlukan bukan untuk menimbulkan keresahan, melainkan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat dapat mengambil tindakan yang tepat apabila kondisi di lapangan berubah.

“Kita berharap masyarakat tidak panik. Yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan petugas dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya,” katanya.

TP Sriwijaya Lampung, lanjut Nurhasanah, turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketenangan dan saling mengingatkan, terutama kepada kelompok masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan daerah yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik.

Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal informasi resmi pemerintah dan lembaga terkait.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Mari kita bersama-sama menjaga kewaspadaan, saling mengingatkan dan selalu mengacu pada informasi resmi,” tegas Nurhasanah. (*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *