PROF. WARSITO TUNTASKAN TES KESEHATAN, LANGKAH MENUJU REKTOR UNILA 2027–2031

Dua Tahapan Pemeriksaan Rampung, Tekankan Proses Transparan dan Akademik Sehat

BANDAR LAMPUNG – Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, Prof. Warsito, Ph.D., menuntaskan seluruh rangkaian tes kesehatan sebagai bagian dari tahapan pencalonan Rektor Unila.

Pemeriksaan berlangsung dalam dua tahap. Tes kesehatan jasmani dilaksanakan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung, Senin (7/9), sedangkan pemeriksaan kesehatan rohani digelar di RS Alamsyah Ratu Perwiranegara (RS ARP), Pesawaran, Rabu (9/9).

Dalam pemeriksaan jasmani, Prof. Warsito menjalani pemeriksaan kesehatan, zat aditif hingga tes narkoba bersama Bacarek lainnya. Seluruh peserta diwajibkan berpuasa sejak pukul 22.00 WIB sebelum menjalani pemeriksaan dan hanya diperbolehkan mengonsumsi air putih.

Tahapan berikutnya adalah pemeriksaan kesehatan rohani. Peserta menjalani pengisian instrumen psikologi dan kesehatan jiwa sebanyak 567 butir pertanyaan MMPI, kemudian dilanjutkan dengan wawancara bersama dokter spesialis kejiwaan.

Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung tertib dan profesional serta selesai sesuai jadwal yang ditetapkan Panitia Pemilihan Rektor (Panlih) Unila.

Usai menjalani seluruh tahapan, Prof. Warsito menyampaikan rasa syukur sekaligus mengapresiasi pelayanan kedua rumah sakit.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian tes kesehatan telah saya jalani dengan baik dan tertib sesuai jadwal. Saya juga mengapresiasi pelayanan dari kedua rumah sakit yang berlangsung profesional,” ujar Prof. Warsito.

Ia menegaskan, tes kesehatan merupakan bagian penting dalam proses seleksi Bacarek yang harus dijalani secara bertanggung jawab.

“Saya menghormati seluruh tahapan dan mekanisme yang telah ditetapkan Panlih. Bagi saya, setiap tahapan adalah bagian dari proses yang harus dijalani dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Prof. Warsito juga menyatakan komitmennya mengikuti seluruh proses pemilihan dengan menjunjung tinggi saling menghormati dan menciptakan suasana akademik yang sehat.

Menurutnya, proses pemilihan Rektor Unila bukan sekadar kompetisi antarcalon, tetapi bagian dari ikhtiar bersama untuk menentukan arah kemajuan perguruan tinggi tersebut.

“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, yang utama adalah bagaimana seluruh proses ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membawa Universitas Lampung semakin maju, unggul, berintegritas, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” pungkasnya.

Dengan rampungnya tahapan kesehatan, proses pencalonan Bacarek Rektor Unila periode 2027–2031 kini berlanjut mengikuti tahapan yang telah ditetapkan Panlih. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *