RSUD Abdul Moeloek Ajak Warga Sisihkan 2 Jam Kehidupan

Mahasiswa Turun Langsung Pantau Layanan, Rumah Sakit Buka Ruang Kontrol Sosial

Bandarlampung — RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung mengapresiasi langkah mahasiswa yang melakukan peninjauan langsung terhadap pelayanan rumah sakit. Kehadiran mahasiswa di tengah pasien dan keluarga pasien dinilai menjadi bentuk kontrol sosial yang penting untuk mendorong pembenahan pelayanan publik.

Apresiasi tersebut disampaikan dr. Imam Ghozali, SpAn, KMN, M.Kes., menyusul kunjungan Presiden Mahasiswa BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang periode 2025, Ryanda Agma Putra, yang melakukan peninjauan langsung di lingkungan rumah sakit selama sekitar dua jam.

Dalam kunjungan itu, sejumlah aspek pelayanan menjadi perhatian, mulai dari aksesibilitas, alur administrasi hingga kebutuhan tenaga kesehatan di lapangan.

Imam menegaskan, kritik dari masyarakat seharusnya tidak dihadapi dengan sikap defensif, melainkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki persoalan dari dalam.

“Kritik publik tidak boleh disikapi dengan pembelaan diri pasif, melainkan dengan pembenahan internal yang menyentuh akar masalah,” ujar Imam.

Menurutnya, melihat langsung kondisi rumah sakit memberikan gambaran berbeda dibanding sekadar menerima laporan. Mahasiswa dapat menyaksikan persoalan yang dihadapi pasien maupun keluarga pasien secara nyata.

Dari pengalaman tersebut, Imam kemudian mengajak masyarakat terlibat melalui gerakan “Sisihkan 2 Jam Kehidupan”.

Gerakan ini mengajak masyarakat meluangkan waktu selama dua jam untuk hadir dan melihat secara langsung kondisi pasien di rumah sakit. Kehadiran masyarakat diharapkan menjadi ruang untuk mendengar, memahami sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Datanglah. Lihatlah ibu yang menahan tangis di depan ruang ICU. Lihatlah bapak yang bingung mengurus administrasi sambil memikirkan biaya. Di sanalah kemanusiaan kita diuji,” katanya, Selasa (22/9/2026).

Imam menegaskan, gerakan tersebut tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa. Birokrat, teknokrat dan masyarakat luas juga diajak mengambil bagian dalam gerakan kepedulian tersebut.

“Menjadi relawan tidak harus setiap hari. Cukup dua jam. Cukup hadir. Cukup menjadi manusia untuk manusia lainnya,” ujarnya.

Imam juga memberikan apresiasi kepada BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang dan Ryanda Agma Putra. Menurutnya, kunjungan tersebut menunjukkan bahwa advokasi mahasiswa dapat dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap kondisi masyarakat, bukan sebatas menyampaikan kritik dan retorika.

Kehadiran mahasiswa di rumah sakit sekaligus membuka ruang dialog antara masyarakat, mahasiswa dan pengelola layanan kesehatan.

RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, lanjut Imam, tetap membuka ruang bagi kontrol sosial yang konstruktif. Masukan dari masyarakat diharapkan menjadi bagian dari proses evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Lampung.

“Terima kasih BEM Poltekkes. Terima kasih Ryanda Agma Putra. Terima kasih atas keberpihakannya,” pungkas Imam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *