BANDAR LAMPUNG — Mahasiswa tidak cukup hanya mengikuti dinamika politik dan perubahan zaman. Mereka dituntut mampu membaca, menganalisis, serta memahami arah perubahan agar memiliki dasar kuat dalam menentukan sikap dan mempersiapkan masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Anggota DPD RI Dr. H. Bustami Zainudin, S.Pd., M.H., saat menerima kunjungan dan berdialog dengan jajaran pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Senin (5/10/2026).
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait bagaimana menyikapi dinamika politik yang berkembang serta hal-hal yang perlu dipersiapkan sejak bangku kuliah agar memiliki arah, jenjang karier dan masa depan setelah menyelesaikan pendidikan.
Bustami menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia menekankan pentingnya kapasitas intelektual bagi mahasiswa agar tidak sekadar menjadi pengikut dalam setiap perubahan yang terjadi.
“Mahasiswa harus mampu membaca, menganalisis, dan memahami ke mana arah perubahan itu bergerak. Kemampuan tersebut penting agar mahasiswa memiliki dasar yang kuat dalam menentukan sikap maupun langkah ke depan,” ujar Bustami.
Menurutnya, mahasiswa juga harus mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional sejak dini. Perguruan tinggi, kata dia, bukan semata tempat untuk memperoleh gelar, tetapi juga ruang untuk membangun kompetensi, pengalaman dan jaringan.
“Persiapan itu dimulai sejak sekarang. Kenali kemampuan diri, bangun kompetensi, perluas jaringan, dan pahami perkembangan dunia kerja. Dengan begitu, ketika menyelesaikan pendidikan, mahasiswa sudah memiliki gambaran mengenai langkah yang akan ditempuh,” ungkapnya.
Bustami juga mendorong mahasiswa memiliki kepedulian terhadap dinamika politik dan kehidupan kebangsaan. Menurutnya, berbagai persoalan publik harus dipahami secara kritis dan tidak hanya dilihat dari permukaannya.
“Mahasiswa perlu memahami berbagai persoalan publik secara kritis dan tidak hanya melihat politik dari permukaannya,” katanya.
Sementara itu, Ketua DEMA Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Muhammad Hasbiyul Furqon, mengatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi mahasiswa membuka ruang pembelajaran di luar kelas.
“Pertemuan ini bagi kami bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang belajar dan bertukar gagasan. Kami berharap mahasiswa di lain waktu bisa memiliki kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan tokoh yang memiliki pengalaman di ruang publik,” ujar Hasbiyul.
Menurutnya, dialog tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami dinamika politik sekaligus melihat bagaimana mahasiswa harus mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Senada, Wakil Ketua DEMA Fakultas Syariah, Hartawan Saputra, menilai persoalan karier menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian organisasi mahasiswa.
“Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali kegiatan akademik, tetapi juga perlu diberikan ruang untuk mengenali potensi, memperluas wawasan, membangun jejaring, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia secara profesional,” ujarnya.
Hartawan menambahkan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari komitmen DEMA Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung dalam membangun tradisi intelektual mahasiswa.
“Melalui ruang dialog dan pertukaran gagasan tersebut, DEMA juga memandang bahwa organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang-ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan zaman,” ungkapnya. (cah).
Ia berharap, khususnya mahasiswa baru, tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, kemampuan analisis serta kesiapan mengambil peran setelah menyelesaikan pendidikan.






