Dipimpin Apriliati, Papela Lampung Kawal Korban KDRT di Metro

Istri Hamil Dibakar Suami Pakai Pertalite, Papela Desak Pendampingan Hukum, Pemulihan Psikologis, dan Pemeriksaan Janin

METRO — Kepedulian terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ditunjukkan Persatuan Advokat Perempuan Lampung (Papela) dengan mengunjungi Fitri, perempuan hamil yang menjadi korban dugaan penganiayaan oleh suaminya menggunakan bahan bakar Pertalite di Kota Metro.

Dipimpin Apriliati bersama Nina Suzanti, Diah Darmatanti, serta sejumlah anggota lainnya, Papela mendatangi Fitri di kediaman orang tuanya di Metro Utara, Selasa (20/10/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Lampung yang dipimpin Andreas serta perwakilan Dinas PPA Kota Metro, Ara Yuliasari.

Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral dan materiil bagi korban yang tengah menghadapi masa sulit akibat kekerasan yang dialaminya. Papela juga menyatakan komitmen untuk memberikan pendampingan dan mengawal proses hukum terhadap pelaku.

Apriliati menyoroti kondisi Fitri yang sedang mengandung. Ia meminta dinas kesehatan maupun puskesmas segera melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi ibu dan janin dalam kandungannya.

Selain penanganan medis, korban juga membutuhkan pendampingan psikologis agar dapat menjalani proses pemulihan secara menyeluruh.

Perhatian khusus turut diberikan kepada anak pertama Fitri yang masih berusia lima tahun. Anak tersebut dilaporkan mengalami trauma setelah menyaksikan kondisi ibunya akibat peristiwa kekerasan itu.

Papela menilai penanganan kasus ini harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga instansi yang menangani perlindungan perempuan dan anak.

Nina Suzanti menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk memastikan korban memperoleh perlindungan, pendampingan, dan hak-haknya selama proses hukum berlangsung.

“Mari kita bersinergi untuk membantu korban,” tegas Nina Suzanti, Ketua Papela Provinsi Lampung.

Pelaku dilaporkan telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang pada Senin sebelumnya. Papela menyatakan akan terus mengawal perkembangan proses hukum sekaligus memastikan kebutuhan korban mendapat perhatian.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak dari kekerasan dalam rumah tangga. Dukungan keluarga, pendampingan hukum, layanan kesehatan, serta pemulihan psikologis menjadi bagian penting agar korban dapat melewati masa pemulihan dengan aman dan bermartabat.

Papela menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama korban serta mendorong penanganan yang berpihak pada keselamatan, pemulihan, dan keadilan. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *