Bandarlampung – Ketua Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) dengan tegas menyatakan agar masyarakat tidak sungkan-sungkan untuk menyampaikan aspirasinya kepada para legislator.
Hal itu disampaikan RMD saat gelaran Reses dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat Bandarlampung di Kantor Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Gerindra kota setempat, Rabu (20-5-2020).
“Para anggota partai politik yang duduk di legislatif, baik kota maupun provinsi punya kewajiban untuk memperjuankan aspirasi masyarakat,” kata RMD dalam sambutannya.
Maka, sambung dia, apa pun bentuk aspirasinya dapat disampaikan, kapan pun juga. Dia menjelaskan, penyampaian aspirasi tersebut bisa disalurkan saat gelaran reses DPRD. Bisa juga melalui jaringan partai politik yang ada hingga di tingkat ranting.
“Saya bukan orang lain di dewan ini. Saya refresentasi dari DPC. Struktur partai hingga tingkat ranting (PAC) akan kuat kalau ada aspirasi masyarakat yang bisa diperjuangkan,” jelasnya.
Untuk penyaluran aspirasi, bagi yang dibawah kewenangan pemerintah provinsi RMD akan menginputnya ke dalam E-Pokir sehingga dapat ditindaklanjuti oleh badan anggaran di provinsi setempat untuk kemudian diajukan kepada eksekutif dalam perencanaan APBD pemerintah provinsi mendatang.
“Untuk yang menjadi wewenang dari pemerintah kota, nanti tetap kami sampaikan melalui Fraksi Partai Gerindra di Kota Bandarlampung,” terangnya.
Dalam sambutan tersebut, Mirza menyatakan Fraksi Partai Gerindra bermaksud untuk mendorong bagi pelaku – pelaku usaha lokal untuk bertahan di tengah pandemi Covid -19 ini dimana hampir sejumlah pelaku usaha di Provinsi Lampung keluhkan daya beli masyarakat.
Politisi yang berlatar belakang pengusaha muda ini menggagas bahwasanya bantuan sosial berupa sembako seyogyanya dapat diubah menjadi bantuan langsung tunai untuk memacu daya beli masyarakat.
“Bagaimana bisa meningkatkan daya beli masyarakat, uang untuk beli kebutuhan hidup mereka saja tak ada. Benar mereka sudah dibantu sembako,namun hal itu belum membantu bagi pelaku – pelaku usaha menengah ke bawah karena bantuan berupa sembako hanya menjadi ajang pemodal besar untuk mendapatkan keuntungan di tengah pandemi. Sebab, dalam prosesnya harus melalui tender. Lalu bagaimana roda perputaran ekonomi bisa meningkatkan, daya beli juga bisa meningkat?” tuturnya.
Dengan bantuan uang tunai, masyarakat, dinilai Mirza, dapat membelanjakan kebutuhannya pada pelaku usaha yang berada di sekitarnya sehingga pertumbuhan ekonomi pun meningkat rata. Kebutuhan masyarakat pun dikatakan Mirza tak semata soal sembako, namun juga terdapat kebutuhan lainnya seperti untuk membayar tagihan listrik dan kebutuhan sekolah anak.
“Alangkah baiknya bantuan itu berupa uang tunai sehingga masyarakat bisa menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Dan saya berharap pemerintah dapat memperbaiki data calon penerima bantuan tersebut sehingga tepat sasaran. Selain pangan, jangan lupa jika anak bangsa ini pun harus tetap bersekolah meski kita belum tahu sampai kapan pandemi ini berlalu, namun yang sudah jelas adalah sekolah anak tetap harus dibayar, tidak semua sekolah di Lampung ini gratis,” tandasnya.
Terkait biaya sekolah, banyak warga yang hadir diempat lokasi reses Rahmat Mirzani Djausal yang mempertanyakan tekhnis terkait billing dan BOSDA. Seorang warga bernama Tina menanyakan bagaimana caranya untuk mendapatkan bosda atau berkesempatan masuk ke sekolah billing yang ada di Bandar Lampung.
“Bagaimana ya untuk dapat bersekolah di sekolah billing, biar sekolahnya gratis. Terasa sekali saat Covid ini untuk bayar sekolah aja susah,” keluh Tina.
Usai gelaran reses, RMD membagikan bingkisan (sembako) untuk para warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. RMD berharap, bantuan itu menjadi penyemangat warga dalam menghadapi Idul Fitri yang beberapa hari lagi akan tiba. (*)
Mirza Gagas Ubah Bansos jadi BLT






