BANDARLAMPUNG – Kader PDIP yang berhimpun di Banteng Emas Indonesia, relawan pendukung pasangan Eva Dwiana-Doddy Amarullah berpaling. Tepat sepekan jelang coblosan Pilkada Bandarlampung mereka berbalik mendukung pasangan Rycko-Johan. Namun, Ketua PDIP Bandarlampung mengklaim, partainya tetap solid mendukung Eva -Deddy.
Pendiri sekaligus Ketua Banteng Emas, Arsita Trisnadi mengatakan organisasi yang mewadahi kader-kader PDI-P di luar struktur organisasi, telah sepakat untuk berjuang bersama memenangkan pasangan Rycko Menoza-Johan Sulaiman.
Alasan pertama dukungan ini, sudah tertoreh dalam sejarah bahwa Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP sebagai salah satu kader Banteng Emas yang memiliki jasa besar untuk membesarkan PDI Perjuangan, salah satunya mendirikan Kantor PDI-P di Provinsi Lampung.
Kemudian, ayahanda Sjachroedin ZP, Alm. Zaenal Abidin Pagaralam juga merupakan tokoh yang membesarkan PNI di Provinsi Lampung. Oleh karena itu, keluarga ini berdarah marhaenisme termasuk putranya Rycko Menoza SZP yang menjadi calon walikota Bandarlampung .
“Mereka sekeluarga berdarah marhaen, dan telah terbukti memiliki jasa besar dalam membesarkan PDI-Perjuangan,” kata Arista, kemarin.
Ia juga mengatakan, bahwa ada oknum-oknum kader partai yang selama ini ingin menghilangkan pengaruh dan jasa-jasa Sjachroedin ZP agar tidak lagi menjadi bayang-bayang PDI Perjuangan di Lampung.
Alasan kedua, lanjut Arista, bahwa Pasangan Eva Dwiana tidak memiliki komitmen jelas terhadap partai karena dalam rakercabsus bersama cabang, anak cabang, ranting dan anak ranting beberapa waktu lalu, tidak mau menandatangani surat yang salah satu pointnya adalah komitmen terhadap Partai PDI-Perjuangan.
Jika hanya mengucapkan janji akan membesarkan partai, kata dia, semua pun bisa, tetapi yang dibutuhkan adalah calon harus komitmen jelas terhadap partai yang telah mengusungnya selama ini.
Pemilihan walikota Bandarlampung ini, menurutnya, bukan hanya untuk partai, tetapi untuk kemauan bersama masyarakat.
Yang ketiga, kata Arista, pasangan Eva Dwiana – Deddy Amrullah tidak visioner atau tidak memiliki konsep jelas dalam menentukan arah pembangunan di ke depan. Sementara, masih banyak permasalahan yang belum kunjung diselesaikan permasalahan kota saat ini.
“Eva hanya bisa mengatakan ‘lanjutkan, program wali kota saat ini, kalau Herman HN dikatakan berhasil parameternya apa?,” kata Arista.
Pilwakot Bandarlampung untuk menentukan pemimpin terbaik, oleh karena itu, kata Arista, pihaknya mendukung Rycko-Jos karena tiga alasan tersebut. Karena memang pasangan tersebut yang paling visioner, berpengalaman dalam memimpin Kota Bandarlampung .
“Dari tiga calon, hanya Rycko-Jos pasangan yang terbaik untuk memimpin Bandarlampung ,
Di menit-menit akhir ini, ‘Banteng Emas’ akan segera konsolidasi menghimpun kekuatan untuk memenangkan Rycko Menoza-Johan Sulaiman,” tegasnya.
Posko Banteng Emas untuk pemenangan Eva-Deddy telah diganti menjadi posko pemenangan Rycko-Jos. Alat peraga kampanye (APK) Eva-Deddy pun kini telah dilepas diganti APK Rycko-Jos yang berada di Jalan Ahmad Dahlan, Pahoman, Bandarlampung .
Salah satu orang dekat Komjen Pol Sjachroedin ZP, Buyung Suhardi, mengatakan bahwa Banteng Emas menyatakan dukungan kepada Rycko-Jos.
Puluhan orang perwakilan dari Banteng Emas telah bertemu dan bersilaturahmi dengan Sjachroedin, Senin (30/11) Kedatangan mereka disambut baik dan berbincang-bincang hangat dengan Duta Besar Indonesia untuk Kroasia tersebut.
“Memang sudah lama mereka menyampaikan keinginannya untuk ikut berjuang bersama Rycko-Jos, namanya orang ingin berjuang bersama tentu kita terima dengan tangan terbuka dan tanpa paksaan,” terangnya.
Terpisah, Ketua DPC PDI Kota Bandarlampung, Wiyadi menuturkan bahwa partainya tetep solid memenangkan Eva-Dedy.” Kami tetep kompak, Alhamdulillah sudah 43 titik konsolidasi yang dilakukan, calon walkot hadir langsung di 43 titik tersebut , didampingi DPD, DPC, bertemu langsung dengan PAC, Ranting, anak Ranting,” ujarnya.
Wiyadi yang juga ketua Tim Pemenangan Koalisi Partai Eva-Dedi bersama Nasdem dan Gerindra yakin menang.Pasalnya hingga saat ini mesin partai hingga tingkat ranting bekerja maksimal. ” Mereka sudah rekrutmen saksi, dan rumah mereka menjadi posko anti politik uang,” katanya.
Sementara wakil ketua Tim Pemenangan Koalisi Partai, Andika Wibawa mengakui adanya perbedaan sikap dalam pilkada adalah hal lumrah dalam sistem demokrasi.” Itu hal biasa, ada juga kader partai yang terikat hubungan saudara dengan calon tapi partainya beda pilihan. Itu lah demokrasi,yang penting kita ini tetap bersaudara dan rukun, jangan ribut karna beda pilihan. Toh didalam bilik suara tidak ada yang tahu siapa yang dipilih,” pungkasnya. (sul/cah)






