Daerah  

Bimtek Ekspor Kopi, Mad Hasnurin: Perdagangan Kopi Lambar Masih Gunakan Perusahaan Luar

Lampung Barat, Editoronline.co.id – Bimbingan Teknis Ekspor Kopi Dalam Rangka Mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) Oleh BKP Kelas I Bandar Lampung, di sekolah kopi Pekon Sukaraja, Kecamatan Sumberjaya, Senin (5/4).

Wakil Bupati Lambar Drs.Mad Hasnurin mengatakan, Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten dengan luas wilayah 2.064,40 Km² dengan 61,5% merupakan kawasan hutan, sedangkan luas lahan perkebunan di Lampung Barat yaitu 66.159 Ha.

“Sektor perkebunan merupakan sektor yang cukup penting bagi perekonomian kabupaten Lampung Barat, melalui sumbangsih sektor perkebunan terhadap pendapatan per kapita dengan jumlah petani perkebunan mencapai 51.037 jiwa, dengan komoditas unggulan kabupaten Lampung Barat yaitu kopi robusta, yang saat ini tedapat 4 klon unggul local (korolla) dan telah diakui keunggulannya melalui surat Keputusan (Sk) Menteri Pertanian,” ucap Mad Hasnurin dalam sambutannya.

Menurutnya, peningkatan kualitas dan produksi kopi robusta Lampung Barat adalah prioritas yang harus dilakukan demi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani kopi.

“Salah satu bentuk dukungan nyata dari pemerintah kabupaten Lampung Barat terhadap petani kopi adalah dengan membangun sekolah kopi Lampung Barat, yang nantinya akan menunjang peningkatan produksi dan kualitas kopi robusta Lampung Barat,” ujarnya.

Perekonomian Lampung Barat yang didominasi masyarakat bermata pencaharian terkait komoditas kopi robusta mencapai 85,64%. Hal ini menunjukan fluktuasi produksi, mutu dan harga kopi sangat berdampak pada perekonomian daerah.

“Untuk itu kita perlu memperkenalkan lebih luas akan mutu kopi robustanya dikancah Nasional/Internasional. Selama ini perdagangan kopi Lampung Barat masih menggunakan perusahaan/nama lain dari luar Lampung Barat, sehingga diluar sulit ditemukan identitas green bean (biji kopi) premium Lampung Barat,” tukas dia.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Lambar Drs. Hi. Mad Hasnurin, DRH. Muhammad Jumadh, M.Si.,  kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Lampung, Dr. Drs Jekvy Hendra, M.Si., kepala Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian Lampung, kepala Dinas Perkebunan Ir. Natajudin Amran, kepala Dinas Pertanian Ir. Rusdi, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Camat Sumber Jaya serta peserta Bimtek. (AI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *