Pertumbuhan Investor Lampung Meningkat 100 Persen

Bandarlampung – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung mengklaim pertumbuhan investor Lampung hingga Agustus 2021 mengalami peningkatan hingga 100 persen.

Dari data yang dipaparkan, total SID pada 2021 sudah mencapai 44.156 investor atau meningkat 21.730 investor dari target peningkatan 15.000 investor pada tahun 2021.

Kepala Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung Hendi Prayogi mengatakan, peningkatan jumlah investor ini sejalan dengan peningkatan kegiatan edukasi pasar modal yang dilakukan selama tahun 2021.

“Peningkatan jumlah investor ini sejalan dengan kegiatan edukasi pasar modal baik secara online ataupun offline, terbukanya paradigma masyarakat tentang investasi saham semakin menarik minat untuk berinvestasi di pasar modal ,”ujar Hendi saat workshop media update secara virtual, Rabu (13/10).

Hendi melanjutkan, untuk kegiatan edukasi pasar modal per Agustus 2021 sudah dilakukan sebanyak 413 kegiatan. Hal ini menunjukan adanya peningkatan kegiatan edukasi setiap tahunnya.

“Kalau dilihat flashback, peningkatan setiap tahun sangat signifikan. Dimulai dari tahun 2014 hanya 37 kegiatan, sampai saat ini bisa digelar hingga 400an kegiatan dalam setahun,” tambahnya.

Adanya kondisi pandemi COVID-19 juga tidak membuat BEI Lampung berhenti dalam melakukan edukasi. Dengan memanfaatkan media sosial dan pertemuan secara virtual, justru lebih menjangkau masyarakat lebih luas.

Kegiatan edukasi yang dilakukan antara lain, Sekolah Pasar Modal (SPM), forum investasi, edukasi publik, galeri investasi dibeberapa Universitas dan adanya desa nabung saham yang merupakan bagian dari desa inklusi keuangan di Lampung Selatan dan Pesawaran yang digalakan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung.

Selanjutnya dalam menjaga eksistensi, BEI Lampung juga berkontribusi ikut menyukseskan program Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021. Diantaranya melalui kegiatan SPM untuk perangkat desa dan guru, kompetisi stocklab untuk pelajar SMA dan CSR untuk keluarga tenaga kesehatan yang gugur berjuang melawan pandemi COVID-19.

Dikutip dari data OJK Lampung, meski literasi dan inklusi pasar modal masih rendah tepatnya 4,92 persen dan 1,55 persen tetapi dari sisi transaksi Lampung berada diperingkat 9 dengan nilai transaksi mencapai Rp1,7 triliun setiap bulan.

“Hal ini tentu menjadi peluang tersendiri untuk BEI optimis untuk meningkatkan jumlah investor dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal,” pungkas Hendi. (*/Cah)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *