// Tuntutan Harus Sampai ke Pusat, Ancam Gelar Aksi Lanjutan //
Bandarlampung – Aliansi Lampung Memanggil yang menggelar aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Rabu (14/3) memberikan waktu kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay selama 3 x 24 jam untuk meneruskan tujuh point tuntutannya ke pemerintah pusat. Jika tidak, mereka akan menggelar aksi lannutan dengan jumlah masa aksi yang lebih besar.
“Kita disini belum menang kawan-kawan sekalian. Kita akan mengawal tuntutan ini agar sampai ke pemerintah pusat. Kita akan beri ultimatum kepada pemerintah, kami beri waktu 3×24 jam kepada Gubernur Lampung dan Ketua DPRD Lampung untuk menyampaikan tuntutan ini ke pusat. Jika tidak, kita akan menggelar aksi selanjutnya,” tegas salah satu koordinator aksi usai melakukan diskusi dengan Gubernur dan Ketua DPRD Lampung yang didampingi Kapolda Lampung.
Diketahui, setelah kurang lebih empat jam menggelar aksi, sekitar pukul 13.30 WIB, akhirnya masa aksi dapat berdialog dan bertemu langsung dengan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Ketua DPRD Mingrum Gumay yang ditemani Kapolda Lampung, Irjen. Pol. Drs. Hendro Sugiatno, M.M.
Dalam diskusi yang berlangsung kurang lebih berlangsung setengah jam it, akhirnya Gubernur dan Ketua DPRD Lampung memenuhi permintaan masa aksi dan berjanji akan meneruskan tujuh point tuntutan masa aksi ke pemerintah pusat. Komitmen itu ditunjukkan dengan penandatangan selembar surat yang menyatakan keduanya mendukung tuntutan masa aksi.
Aksi dialog dilakukan di gerbang pintu masuk Kantor DPRD Lampung, dengan dikawal ketat puluhan personel kepolisian. Dialog juga didampingi langsung Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno.
Dalam dialognya, Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay, bakal menyampaikan aspirasi mahasiswa di Lampung, untuk disampaika ke pemerintah pusat. Mingrum menilai, aksi mahasiswa di Lampung bagian tidak dipisahkan dari masyarakat dan pemerintahan.
“Kami yakin, aspirasi semuanya punya satu cita-cita sama untuk kepentingan masyarakat. Terpenting komitmen diantara kita, baik penegak pemerintah maupun mahasiswa, aspirasi ini bakal jadi tanggung jawab dan perhatian kami,” kata Mingrum Gumay.
Sementara itu, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi menegaskan, aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan ditindaklanjuti. “Aspirasi bakal kami sampaikan ke pusat,” tegas Arinal Djunaidi.
Tujuh tuntutan telah disuarakan oleh Aliansi Lampung Memanggil. Berikut tuntutan yang disampaikan massa di kantor Gubernur Lampung.
1.Tolak kenaikan harga BBM, Indonesia krisis energi.
2. Menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok.
3. Wujudkan reforma agraria sejati.
4. Cabut UU Cipta Kerja.
5. Mempermudah akses kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia.
6. Wujudkan pendidikan gratis ilmiah dan demokratis
7. Hentikan kriminalisasi dan represifitas rerhadap gerakan rakyat.
(*)






