Bandarlampung – Anggota DPD RI Dapil Lampung, KH. Ir. Abdul Hakim, M.M. melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI di Pondok Cempedak Tulang Bawang, Rabu (14/9). Hadir dalam kegiatan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung Bapak Bambang Hermanto dan Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Fike beserta rombongan.
Kegiatan yang dimoderatori langsung oleh ketua DPD ABPEDSI Tulang Bawang, Pardianto juga dihadiri oleh warga Tulang Bawang yang tergabung dalam DPD QBDESI setempat.
Dalam sambutannya, Ketua DPD ABPEDSI Tulang Bawang Pardianto, menyampaikan terima kasih kepada Senator Lampung Abdul Hakim yang berkesempatan menggelar kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR-RI.
“Dengan adanya sosialisasi ini kita harapkan kehadirannya tidak hanya sesekali tapi terus berkesinambungan untuk terus membantu dan membangun tulang bawang melalui pemaham 4 Pilar MPR-RI,” ujar Pardianto dalam siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (14/9).
Sementara itu, Abdul Hakim mengaku bahagia bisa diterima dan ketemu warga Tulang Bawang pada kesempatan acara Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI itu.
“Saya bahagia sekali bisa silaturahmi bersama warga Tulang Bawang yang tergabung di DPD ABPEDSI Tulang Bawang, bisa hadir dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI yang dimana DPD RI tergabung di dalamnya, juga hadir mitra-mitra saya untuk bisa memberikan sosialisasi. Hadir OJK Lampung dan Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura, yang diharapkan bisa membantu warga dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan serta kompetensi,” beber Hakim.
Dikesempatan yang sama, Pembina DPD ABPEDSI, Hantoni Hasan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan beberapa point’ konsep pembangunan.
“Ada 3 poin yang perlu kita perhatikan dalam konsep pembangunan, pertama adanya kebijakan yang terbentuk dalam program, kedua aksi-aksi yang dimana aktornya warga tulang bawang itu sendiri, dan ketiga intervensi,” kata Hantoni
Sementara itu, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Tulang Bawang, Fike menyampaikan terkait manfaat dari Program Provinsi Lampung, yakni Kartu Petani Berjaya (KPB) untuk warga petani lampung.
Dengan adanya KPB ini, lajut Fike, diharapkan untuk membantu warga petani di Lampung untuk terus produktif dalam bercocok tanam baik tanaman pangan ataupun hortikultura.
“Di dalam kartu KPB banyak fasilitas yang diberikan diantara lainnya ada pupuk subsidi, pupuk non subsidi, dan asuransi untuk petani yang terdaftar di RDKK. Apabila belum tergabung bisa membuat kelompok yang terdiri maksimal 30 anggota yang akan di daftarkan dalam simultan dan di cek validitasnya,” terang Fike.
Kemudian, Kepala OJK Lampung, Bambang Hermanto memberikan sosialisasi terkait transformasi BUMDES menjadi Lembaga Keuangan Mikro.
Lalu, terkai maraknya pinjaman online (pinjol) pada warga lampung membuat dampak yang merugikan karena kurangnya edukasi yang diberikan kepada semua pihak.
“Maka kami perlu hadir ditengah masyarakat untuk bisa mengedukasi atau memfasilitasi. Di OJK siap membantu transformasi BUMDES menjadi LKM (lembaga keuangan mikro) untuk membantu peminjaman yang aman, hanya saja itu perlu adanya legalitas serta modal yang cukup besar,” kata Bambang. (*).






