Bandarlampung – Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Lampung bekerjasama dengan Lembaga Advokasi Anak (LAdA) Damar Provinsi Lampung menggelar dialog multi stakeholder dengan tema ‘Dukungan Publik untuk Keterpilihan Perempuan di Pemilu 2024’, Kamis (24/11).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Bukit Randu Bandarlampung itu dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim yang juga sebagai keynote speaker dalam dialog tersebut.
Kegiatan juga menghadirkan Ketua LAdA Damar Provinsi Lampung Sely Fitriani, Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Karno Ahmad Satarya sebagai narasumber dalam dialog tersebut. Dialog juga dimoderatori langsung oleh Wakil Ketua Bidang Advokasi DPD KPPI Provinsi Lampung yang juga Bendahara DPW PAN Lampung Diah Dharma Yanti.
Dalam sambutannya, Ketua DPD KPPI Provinsi Lampung, Nenden Tresnanursari mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada stakeholder terkait yang peduli terhadap isu keterwakilan perempuan di pemilu 2024 mendatang. “Semoga kerja sama dan sinergisitas ini akan terus terjaga dengan baik untuk mewujudkan keterwakilan perempuan 30 persen bisa tercapai,” ujarnya.
Dikatakannya, tahun 2023 dan tahun 2024 merupakan tahun politik. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh komponen untuk menyatukan tekad dan tujuan demi tercapainya amanat undang-undang yakni 30 persen keterwakilan perempuan.
“Sebagai momentum Keterpilihannya di pemilu 2024, ini sebuah pintu bagi perempuan untuk mengekspresikan dalam kepemimpinan dan mudah-mudahan diberi dukungan masyarakat dalam keterpilihan perempuan di 2024,” jelasnya.
Lebih lanjut Nenden menjelaskan bahwa KPPI Lampung memiliki peran untuk mencetak serta membentuk kader-kader politisi perempuan yang akan mempresentasikan dan memperjuangkan persoalan-persoalan perempuan dan anak yang ada di Provinsi Lampung.
“Kami ingin melahirkan kepemimpinan perempuan politik dan juga yang mampu menjadi pemimpin yang transformative, merangkul, selalu menghasilkan, memberikan kedamaian dan mampu bekerjasama dengan seluruh elemen yang ada di Provinsi Lampung,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Chusunia Chalim mendorong perempuan politik untuk turut aktif dalam mengisi ruang kebijakan publik.
Wagub Nunik mengatakan saat ini semakin banyak pihak yang menyadari pentingnya peran perempuan dalam sektor-sektor pembuat kebijakan.
“Perempuan mempunyai hak yang sama, kita juga yakini perempuan juga memiliki kemampuan yang sama untuk memberikan kontibusi positif dihampir semua ruang tidak ada bedanya dengan laki-laki,” ujarnya.
Menurut Wagub Nunik, ada beberapa tahap untuk menuai dukungan publik dalam keterpilihan perempuan di Pemilu Legislatif tahun 2024 yang akan datang.
Wagub Nunik menjelaskan perlu adanya ruang berinvestasi untuk perempuan di Partai Politik karena hal tersebut menjadi tahap atau gerbang awal yang harus dilalui oleh perempuan politik.
Ia meyakini jika para perempuan politik tidak melewati gerbang pengabdian ini maka akan mendapatkan risiko diantaranya tidak menjadi prioritas partai.
“Maka perempuan tidak bisa memotong jalan di tengah tanpa melewati gerbang investasi atau gerbang pengabdian,” ujarnya
Wagub Nunik menyampaikan bahwa perempuan harus benar-benar total dan berhitung dalam gerbang awal ini karena menurutnya hal ini merupakan struggle bagi perempuan dalam membuktikan kemampuannya untuk melangkah ke tahap selanjutnya.
Untuk itu, ia berpesan kepada seluruh perempuan politik untuk bisa mengasah kemampuannya dalam menghadapi gerbang awal ini.
“Kemampuan bisa datang darimana saja karena informasi ilmu hari ini lebih mudah untuk kita akses,” pungkasnya. (Cah).






