Mesuji-Mayoritas Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat(DPRD)Kabupaten Mesiji memberikan Apresisasi atas Predikat Wajar Tampa Pengecualian(WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) hasil pemeriksaan pengunaan Anggaran Pendapatan Belaja Daerah(APBD)Kabupaten Mesuji tahun 2022.
Seperti dintegaskan Femi Yusafila dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP)Kabupaten mesuji saat membacakan pandangan Fraksi dalam paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Pertangung Jawaban Pelaksanaan APBD 2022,selasa(13/06/23)
“Sebelumnya kami mem berikan apresiasi atas predikat WTP yang selama dua tahun ini berturut-turut di dapat oleh pemerintah kabupaten Mesuji,”terang Femi saat memulai membacakan pandangan Fraksinya.
Namun begitu tambah Femi, F-PDIP DPRD mesuji juga tetap memberikan beberapa catatan kepada pekab mesuji untuk dapat dijadikan pertimbangan dalam membuat kebijakan,
Salah satunya lanjut Femi,adalah Pengelolaan Islamic center Kabupaten Mesuji yang telah menyedot anggran kabupaten Mesuji lebih dari Rp 70 milyar,”ini harus di perhatikan jangan uang rakyat yang besar itu terbuang percuma,bayangkan jika anggaran tersebut dibuatkan jalan,”terang Femi.
Ditempat yang sama, Prasuki dari Farksi Golkar juga mengucapkan selamat atas raihan WTP kabupaten mesuji untuk kedua kalinya, namun begitu Politisi Partai Golkar ini mempertanyakan tidak diberikanya hasil laporan BPK ke pada anggota DPRD mesuji.
“Sampai rapreda ini kita bahas, kami belum memperoleh salinan hasil pemeriksaan dari BPK,”ujarnya.
Menyikapi atas padangan Fraksi DPRD kabupaten Mesuji, Penjabat Bupati Mesuji Sulpakar mengaku akan menjadikan padangan Fraksi dalam paripurna tersebut sebagai koreksi dan motivasi untuk membangun mesuji lebih baik.
Terkait bagunan Wisata Sulpakar berjanji akan segera di fungsikan,”walau belum maksimal saat ini bangunan Islamc center mulai difungsikan dengan mengelar aktifitas keagamaan,”ujarnya.(apr)






