Samarinda – Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Lampung mendukung penuh duet Ma’mun Murod Al-Barbasy dengan Yusuf Warsim (Ma’mun-Yusuf) untuk memimpin Fokal IMM lima tahun ke depan.
Diketahui, keduanya terpilih menjadi ketua dan sekretaris Fokal IMM dalam Musyawarah Nasional (Munas) V Fokal IMM yang berlangsung di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, dari Jumat-Minggu (23-25/6).

Ketua Fokal IMM Lampung, Suprapto mengatakan, duet Ma’mun-Yusuf merupakan pasangan yang tepat untuk memimpin Fokal IMM lima tahun ke depan. Menurutnya, paduan pasangan akademisi dan praktisi ini sangat tepat untuk membumikan Fokal IMM.
“Kita tahu, Mas Ma’mun ini adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, dia orang pinter, jadi sangat tepat untuk jadi Ketua Fokal. Kemudian, Bang Yusuf adalah praktisi pemerintahan dan sekarang di Kompolnas (komisi kepolisian nasional). Artinya duet mereka ini sudah sangat pas dan harapannya peran Fokal IMM ini ke depan lebih membumi,” kata Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Terlebih, Sekretaris Fraksi PAN DPRD Lampung ini mengaku sudah lama mengenal Ketua Terpilih Fokal IMM Ma’mun. Bahkan, sempat berdiskusi panjang dengan Ketua Terpilih Fokal IMM Ma’mun ketika bertemu di Jakarta.
“Jadi saya ngerti betul rekam jejak Mas Ma’mun, dia orang pinter dan pas lah untuk memimpin Fokal IMM. Makanya dari awal Munas, Lampung mengusung dia untuk jadi Ketua Fokal IMM,” kata dia.
Dr.Ma’mun Murod Al-Barbasy, M.Si terpilih menjadi Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) periode 2023-2028.
Rektor Universitas Jakarta (UMJ) ini terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) V Fokal IMM yang berlangsung di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, dari Jumat-Minggu (23-25/6/2023).
Munas V Fokal IMM diikuti 182 peserta dari beberapa wilayah di Indonesia. Di antaranya DKI Jakarta, Jabar, Jatim, Jateng, Yogyakarta, Kaltim, Sumsel, Sulsel, Aceh, Lampung, Riau, Kepri, Maluku Utara, Papua, Bali, NTB, dan lainnya.
Sebelum terpilih ketua, para peserta Munas Fokal IMM melakukan pemungutan suara melalui e-voting untuk memilih 13 dari 56 orang calon formatur. Mereka yang dipilih dari unsur koordinator daerah (Korda), koordinator wilayah (Korwil), dan koordinator nasional (Kornas).
Sebelum terpilih ketua, para peserta Munas Fokal IMM melakukan pemungutan suara melalui e-voting untuk memilih 13 dari 56 orang calon formatur. Mereka yang dipilih dari unsur koordinator daerah (Korda), koordinator wilayah (Korwil), dan koordinator nasional (Kornas).
Hasil e-voting yang selesai dibacakan pada pukul 01.00 dini hari, menempatkan nama Yusuf Warsim (Sumut) di urutan pertama dengan perolehan 150 suara. Disusul Ma’mun Murod Al-Barbasy (Kornas) 144 suara, Fikri Yasin (Kornas) 127 suara, Suli Da’im (Jatim) 126 suara, Hadi Mulyadi (Kaltim) 120 suara, dan Muhammad Saleh Tjan (Yogyakarta) 118 suara.
Berikutnya, Feri Yanthy Burhan (Kornas) mendapat 111 suara, N.A. Fitri Gayo (Kornas) 110 suara, Enjang Tedi (Jabar) 107 suara, Yayat Suyatna (DKI Jakarta) 94 suara, Wahidin Hasan (Jateng) 93 suara, Edi Agus Yanto (Lampung) 87 suara, dan Andi Nurpati (Kornas) 81 suara.
Hingga pukul 03.00 dini hari waktu setempat, rapat formatur belum bisa memutuskan siapa yang disepakati menduduki jabatan ketua umum, sekretaris jenderal, dan bendahara.
Rapat akhirnya dilanjutkan pada pukul 08.00 waktu setempat. Hasilnya, tim formatur memberikan mandat kepada Ma’mun Murod sebagai ketua umum. Untuk sekretaris jenderal dijabat oleh Yusuf Warsim.
Dalam sambutannya, Ma’mun Murod menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Munas V Fokal IMM yang telah memberi mandat kepada dirinya. “Saya melihat antusiasme besar dari teman-teman, khususnya yang ada di wilayah. Bukti nyata di munas kali ini ada tujuh formatur dari wilayah. Ini menunjukkan betapa besar harapan mereka terhadap Fokal IMM,” ujar Ma’mun.
Kata dia, antusiasme tersebut juga terlihat dari pelaksanaan munas di Bumi Etam ini. “Ini sangat luar biasa. Ketika munas kali ini tidak ada SWO (Sumbangan Wajib Organisasi) dan SWP (Sumbangan Wajib Peserta), itu berarti jelas,” ucap Ma’mun, lalu disambut tepuk tangan peserta.
Dia juga menegaskan menjadi Ketua Umum Fokal IMM bukan persoalan yang mudah baginya. “Ini kerja perjuangan yang tidak mudah. Saya sering berdiskusi dengan Bang Armyn Gultom, Ketua Fokal IMM yang kini sudah almarhum. Saya tahu banyak tentang kesulitan organisasi,” tutur Ma’mun.
Oleh karena itu, Ma’mun menyatakan Fokal IMM tentu tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. “Harus bisa berkolaborasi. Banyak tantangan yang harus dijawab kepengurusan sekarang,” pungkasnya. (*).






