Bandarlampung – Giat Kaderisasi organisasi kemahasiswaan terus dilakukan oleh Korps PMII Putri (KOPRI) Rayon Ushuluddin Komisariat UIN Raden Intan Lampung berupa kaderisasi Formal Sekolah Islam Gender (SIG).
Dengan mengusung tema “Optimalisasi kesadaran Kopri guna mengedepankan intelektualitas Gender berlandaskan Ahlusunnah wal Jamaah”
Ketua KOPRI Rayon Ushuluddin Syifa Andini menyampaikan Kegiatan ini untuk meminimalisir ketimpangan antara laki-laki dan perempuan baik dalam peran dikeluarga maupun dimasyarakat yang selama ini terjadi ditengah tengah masyarakat kita.
“Para peserta Pelatihan SIG diberikan pengetahuan untuk menumbuhkan dan membangun kesadaran para aktivis Mahasiswa untuk membekali diri agar memiliki kapasitas dan mental yang cukup agar mampu bersaing di ruang publik dengan kaum laki-laki” Katanya.
Dalam kesempatan yang berbeda, Materi yang disajikan kepada Peserta salah satunya Tema Konsep dasar Islam, disampaikan sahabat Rifai Aly sebagai narasumber.
Ia menyampaikan ada 4 pondasi seorang muslim untuk memahami Islam. Pertama, Iman (Tauhid). Kedua, Islam (Syariat) Ketiga, Ihsan ( Tasawuf) Keempat, Filsafat. Jelasnya. Sebagaimana yang dikutip dalam pemikiran intelektual Islam asal Mesir Nasr Hamid Abu Zayd.
Empat Aspek terebut menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, bagaimana dalam bermuamalah (interkasi sosial) seseorang muslim harus kuat pondasi keimanannya, kemudian menjalankan syariat Islam lalu menjaganm harinya dari sifat-sifat tercela seperti sombong, dengki, dan iri hati dan sebagainya.
Menjunjung tinggi, nilai-nilai universal Islam seperti, Keadilan, menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, kesetaraan, memberikan hak yang sama kepada semua orang. Itu semua harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, dalam hidup berbangsa dan bernegara. Tambahnya.
Agenda Kaderisasi SIG tersebut dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Hidayatullah Islamiyyah (HI) Asuhan KH. Sukmaja Bertempat Kecamatan Kemiling. Pada 26-28 /01/2024.
Sementara Ketua Rayon Ushuluddin Hanip Nur Alam menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya proses kaderisasi agar para mahasiswa tidak selalu terjebak dalam situasi apatis, berprilaku hedonis.
“Saya mengapresiasi kepada sahabat KOPRI atas kegiatan iki, karena Ini usaha nyata bagi para aktivis Kampus yang masih peduli dengan kaderisasi untuk peka dan sensitif terhadap kemajuan zaman yang makin absurd yang membentuk karakter mahasiswa menjadi pribadi individualistik ini harus kita hindari” Katanya.
Disaat mahasiswa lain sedang libur kuliah sahabat-sahabat disini rela meluangkan waktu untuk menjalankan roda kaderisasi. Tutupnya. (*).






