Bandarlampung – Pencarian Alfian (6), bocah yang tenggelam di Perairan Teluk Betung Bandarlampung belum membuahkan hasil pada hari ke 2, Sabtu (27/1.).
Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian pada hari ke 2 mulai pukul 07.00 WIB. Tim dibagi menjadi 4 SRU, SRU I melakukan pencarian menuju P. Sebalang menggunakan RIB 03 Lampung. SRU II melakukan pencarian dari Pulau Tangkil hingga ke Pulau Condong menggunakan perahu karet Basarnas.
“Sekitar pukul 09.00 WIB Tim Drone melakukan pemantauan via udara dengan destinasi 700ft pada ketinggian 70ft selama 35 menit. Kemudian SRU III melakukan pencarian kembali di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan Aqua Eye dan pencarian ke Pulau Tangkil hingga Pantai Mutun menggunakan perahu karet Polairud,” terang Komandan Tim Rescue Basarnas Lampung Heri Ansoni dalam siaran pers yang diterima wartawan.
Pukul 13.10 WIB SRU IV melakukan pencarian di sekitar PT. LDC Kopi hingga Pulau Tangkil menggunakan perahu karet BPBD. Selanjutnya Tim SAR Gabungan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban terkait pencarian H.2.
Pada sore hari pukul 16.20 WIB SRU II & SRU III melakukan penyisiran kembali disekitar lokasi kejadian. Hingga pukul 17.50 WIB tanda tanda korban belum juga ditemukan. Tim SAR Gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian sementara dengan hasil nihil. “Pencarian direncanakan akan dilanjutkan kembali pada Minggu (28/01) pukul 07.00 WIB,” jelasnya.
Adapun data korban tenggelam bernama Alfian (6) jenis kelamin laki laki merupakan warga Kelurahan Kangkung Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan lakukan pencarian terhadap Alfian (6), seorang bocah yang tenggelam di Perairan Pantai Teluk Betung Kota Bandarlampung pada Jumat (26/01).
Kejadian berawal ketika pada Jumat (26/01) sekitar pukul 10.00 WIB korban sedang bermain kapal-kapalan yang terbuat dari sterofoam di pinggir dermaga. Tiba-tiba sterofoam tersebut patah dan korban ternggelam. Warga melihat kejadian tersebut melaporkan ke lurah dan pihak basarnas. Korban a.n. Alfian usia 6 tahun merupakan anak dari Bapak Satino warga Kelurahan Kangkung Kec. Bumi Waras Kota Bandar Lampung.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah, S.Sos. mengerahkan 1 tim Rescue yang bergerak via laut menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat) 03 Lampung dari Pelabuhan Panjang dan 1 tim Rescue Kantor Basarnas Lampung yang bergerak via darat menuju lokasi kejadian. Tiba di lokasi tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Polair, BPBD kota Bandar Lampung, Damkarmat Bandar Lampung, Forum Rescue Relawan Lampung dan masyarakat setempat.
Pukul 11.25 WIB Tim Rescue RIB 03 Basarnas melakukan pencarian radius 5 km ke arah timur laut dari lokasi kejadian. Kemudian tim Rescue Kantor Basarnas Lampung tiba di lokasi kejadian langsung menurunkan perahu karet dan melaksanakan pencarian radius 5 km arah Barat Daya dari lokasi kejadian.
Selanjutnya pukul 14.35 WIB Tim SAR Gabungan melakukan upaya pencarian dengan menggunakan Drone Thermal. Tim melakukan pemantauan via udara dengan Jarak ± 1Km pada ketinggian 150ft dengan durasi ± 35 Menit.
Pada sore hari sekitar pukul 15.06 WIB Tim SAR Gabungan melakukan penyelaman di sekitar lokasi diduga korban tenggelam. Namun hasil pengamatan dari tim selam bahwa kondisi dasar perairan berlumpur dan jarak penglihatan (visibility) di bawah air 50 cm.
Komandan Tim Rescue Basarnas Lampung Heri Ansoni melaporkan kepada Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah, S.Sos. selaku SMC (SAR Mission Coordinator) bahwa upaya pencarian pada hari ini telah dilakukan hingga pukul 18.40 WIB. Hasil pencarian pada hari pertama belum terlihat tanda tanda korban atau masih nihil. Pencarian dihentikan sementara dengan tetap melakukan pemantauan di pinggir perairan secara visual. Kemudian pencarian akan dilanjutkan kembali pada Sabtu (27/01) pagi sesuai dengan rencana operasi.
“Pencarian Hari pertama dilakukan hingga pukul 18.40 WIB dengan hasil masih nihil. Pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Sabtu pagi.”, kata Heri. (*)






