Kupas Visi-Misi, SPT janji tidak “Ngentit” APBD

Mesuji-Setelah Bob Nasution, kali ini Bakal Calon Bupati(Bacabub) Mesuji Suprapto juga memenuhi undangan Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Kabupaten Mesuji untuk menyampaikan programnya sebagai salah satu kandidat bakal Calon Bupati Mesuji yang dilaksanakan di Sekretariat Pangeran Muhamad Ali PWI kabupaten mesuji,rabu(24/07/24).

Dalam pemaparanya, pria yang biasa di panggil SPT ini berjanji jika diberi amanah masyarakat mesuji menjadi Bupati Mesuji mendatang,akan membawa kabupaten berjuluk bumi ragab begawe caram melompat lebih tinggi, dan akan memanagement APBD mesuji dengan baik.

“kita akan memanfaatkan jaringan birokrat dan jalur politik yang ada dipemerintah pusat untuk menjadikan kabupaten mesuji menjadi kabupaten prioritas pembangunan, dan ini sangat mungkin kita lakukan, apalagi paca pilpres kemarin, dan tidak saya janji tidak  “ngentit”(Bhs jawa mengambil keuntung-red) APBD Mesuji,”terang SPT, yang juga ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional(PAN) Kabupaten Mesuji ini.

Selain itu,terkait Sumebr daya alam yang dimiliki Kabupaten Mesuji,misalnya penghasil Gabah pihaknya juga berjanji akan melakukan penataan dan pembinaan petani dan lahan pertanian agar tidak terjadi pengalihan lahan.

“hari ini kabupaten mesuji penghasil padi terbesar kedua di provinsi lampung, bahkan surplus, tapi coba kita liat pasca panen, masyarakat mesuji kesulitan mendapatkan beras, dan harus membeli keluar daerah,”ujar bakal calon Bupati Mesuji yanng mengusung tagline putra transmigrasi mengabdi untuk Mesuji.

Untuk itu, nantinya pihaknya akan memberdayakan Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) dengan pengawasan ketat,yang akan menjadi motor pengerak ekonomi masyarakat dan lumbung pangan mesuji dan mejadi  sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah(PAD).

Ditannya terkait penataan Desa tua, Politisi dengan latar belakang wartawan ini mengaku sangat prihatin dengan keadaan desa tua yang ada di Kabupaten Mesuji,”untuk desa tua kita akan lakukan penataan, ini harus di lakukan dan medesak,karena di desa tua itu sumber adat dan budaya, jika pentaan dilakukan dengan baik, adat dan budaya di inventarisir dengan seksama, pendidikan dilakukan dengan  benar,maka akan berdampak baik bagi peningkatan Indeks Pendidikan masyarakat mesuji yang saat ini diketahui masih rendah dan tidak sebanding dengan indeks ekonomi masyarat,”tandasnya.(apr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *