Oleh
Dr. Andi Desfiandi, SE,. MBA
Tahun lalu sebelum perhelatan akbar Pemilu 2024 dimulai sudah mulai bermunculan Kandidat Cagub Lampung yang berniat untuk memeriahkan Pilgub 2024. Terlihat nama-nama pesohor Sai Bumi Ruwa Juwai mulai digadang-gadang akan ikut bertarung dalam Pilgub mendatang.
Sebut saja, beberapa nama seperti Umar Ahmad, Sang pertahana Arinal Djunaidi, Herman HN, Hanan, Mba Nunik, Irfan Djafar, Putri Zulhas (anak kandung Zulkifli Hasan), Mukhlis Basri, dll. Tidak ada satupun yang memprediksi Rahmat Mirzani Djausal ( RMD) akan ikut maju di Pilgub mendatang, bahkan beredar isu bahwa RMD akan maju Pilwalkot Bandar Lampung.
Namun, angin berubah dengan cepat setelah Pilpres dan Pileg usai, dimana Prabowo terpilih menjadi Presiden dan Gerindra menjadi partai pemenang di Lampung. Tidak lama setelah pengumuman KPU tersebut dalam satu kesempatan saya berbisik kepada RMD, saya mengatakan agar RMD bersiap untuk maju dalam Pilgub Lampung 2024.
Tampak wajah kaget beliau saat saya sampaikan kemungkinan tersebut, bahkan sambil tersenyum lebar beliau bilang tidak mungkin dan malah mengatakan akan bersiap untuk maju Cawalkot Bandar Lampung.
Beberapa bulan kemudian prediksi saya menjadi kenyataan, DPP Gerindra mengumumkan bahwa RMD dipilih Prabowo untuk menjadi Calon Gubernur Lampung.
Dalam suatu kesempatan saya sempat di wawancara oleh media dan menanyakan prediksi saya mengenai peta politik Pilgub di penghujung bulan Juni lalu.
Saya sampaikan bahwa sejak awal saya memprediksi Pilgub Lampung hanya akan diikuti oleh 2 pasang Cagub yaitu Rahmat Mirzani Djausal dan 1 calon lainnya. Memang tidak pernah terjadi Pilgub Lampung hanya diikuti oleh 2 calon saja, karena selama ini selalu diikuti oleh lebih dari 3 pasang calon. Dan saya pun menyampaikan alasan-alasan yang realistis kenapa hal tersebut akan terjadi.
Pendaftaran Pilkada serentak dalam hitungan hari lagi, hingga saat ini baru RMD dan Jihan yang sudah mengantongi Rekomendasi, setidaknya ada 5 partai dan menyisakan 3 partai lainnya yang belum menentukan dukungan yaitu, PAN, PDIP dan Golkar. Namun sudah bisa diprediksi bahwa memang Pilgub Lampung hanya akan diikuti 2 pasang Calon Gubernur. Entah pada akhirnya akan ada calon penantang dari sisa partai atau malah melawan kotak kosong, kalaupun melawan kotak kosong artinya tetap hanya akan ada 2 calon.
Pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan anomali Pilgub Lampung bisa terjadi ? Jawabannya sederhana yaitu pertama adalah Rahmat Mirzani Djausal ( RMD) terlalu tangguh untuk dikalahkan kedua adalah partai sudah lebih realistis dalam hitungan politik dan alasan ketiga adalah bohir memilih mematikan mesinnya untuk Pilgub mendatang.
Kemudian pertanyaan berikutnya, apakah ini berpengaruh buruk bagi demokrasi ? Tentu saja jawabannya tidak karena apapun inilah adalah realita politik dan konsekuensi dari sebuah proses demokrasi yang sah secara hukum dan undang undang.
Bahkan Pilkada yang akan datang dipastikan lebih kondusif, lancar, aman dan berbiaya murah.
Tabik






