Bandarlampung – Balai Bahasa Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Tahun 2024 di Hotel Swiss-belhotel, Bandarlampung. Kegiatan FTBI dilaksanakan dalam dua jenjang, yakni jenjang SD dan jenjang SMP. Jenjang SMP dilaksanakan pada 4—6 November, kemudian dilanjutkan jenjang SD pada 7—9 November 2024. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 240 siswa dengan masing-masing jenjang sebanyak 120 siswa.
Pembukaan FTBI dilaksanakan pada Senin, 4 November 2024 di Aula Swiss-belhotel yang dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Desi Ari Pressanti, M.Hum, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Drs. Intizam, Kepala Kasubag TU BPMP Bapak Sapran, perwakilan BGP, dan perwakilan Dinas Pendidikan Lampung Barat, Pesisir Barat, Mesuji, Way Kanan, Lampung Utara, Tanggamus, dan Lampung Timur.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang sudah dimulai dari Maret lalu. Rangkaian kegiatan RBD itu sendiri meliputi Rapat Koordinasi dengan pemangku kepentingan, Penyusunan Model Pembelajaran, Bimbingan Teknis Guru Utama, pengimbasan dan pelatihan siswa, dan Festival Tunas Bahasa Ibu. “FTBI diselenggarakan untuk menampilkan hasil pembelajaran bahasa Lampung terhadap siswa SD dan SMP yang telah dilatih oleh guru utama sejak bulan Mei,” ujarnya.
Lanjutnya, seluruh rangkaian ini dilaksanakan untuk melestarikan bahasa dan sastra daerah di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Kegiatan ini diharapkan dapat memicu semangat anak-anak untuk menggunakan bahasa Lampung. Program RBD bertujuan untuk menambah jumlah penutur muda bahasa Lampung dan memastikan bahasa daerah terwariskan kepada generasi muda. “Pemenang FTBI tingkat provinsi ini nanti akan dikirim ke FTBI tingkat nasional di Jakarta pada 9—16 Februari 2025, berdekatan dengan peringatan hari bahasa ibu internasional pada 21 Februari,” terangnya.
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Drs. Intizam mengatakan, berkurangnya minat generasi muda untuk mempelajari dan mengembangkan bahasa daerah merupakan sebuah realitas yang memprihatinkan. Padahal, generasi muda memegang tongkat estafet eksistensi sebuah bahasa daerah. Nasib keberadaan bahasa daerah akan ditentukan oleh para generasi muda pemilik bahasa daerah tersebut. “Untuk itu, diperlukan sebuah upaya pelindungan bahasa daerah yang di dalamnya menyertakan generasi muda sebagai agen atau tunas transmisi bahasa antargenerasi,” ungkapnya.
Untuk memperkuat upaya pelindungan bahasa daerah, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Gubernur Provinsi Lampung Nomor 39 Tahun 2014 tentang Mata Pelajaran Bahasa dan Aksara Lampung sebagai Muatan Lokal Wajib pada Jenjang Pendidikan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. “Selain itu, Pemerintah Daerah juga membentuk tim pembinaan dan pengembangan bahasa Lampung dan aksara Lampung yang dituangkan dalam SK Gubernur Lampung,” kata dia.
Beliau juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang digagas Balai Bahasa Provinsi Lampung. Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah dalam upaya melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Lampung.
Dalam pembukaan kegiatan FTBI ini juga diluncurkan logo Balai Bahasa Provinsi Lampung yang baru karena berubahnya status nomenklatur Kantor Bahasa Provinsi Lampung menjadi Balai Bahasa Provinsi Lampung. Selain peluncuran logo BBPL, diluncurkan juga maskot Bebe Lampung dan Gala Lampung. Sebelum lomba dilaksanakan, pada pembukaan FTBI tersebut dilaksanakan juga penandatanganan pakta integritas juri FTBI untuk menjunjung objektivitas dalam penilaian.
Dalam FTBI, terdapat 4 cabang lomba untuk masing-masing jenjang. Pada jenjang SMP, cabang lomba tersebut adalah lomba mendongeng, lomba berpidato, lomba menulis cerita pendek, dan lomba menulis aksara Lampung. Sementara itu, pada jenjang SD, cabang lomba tersebut adalah lomba mendongeng, lomba berpidato, lomba membaca aksara, dan lomba membaca puisi. Semua lomba tersebut menggunakan bahasa Lampung.
Pengumuman pemenang lomba akan dilaksanakan pada Selasa malam untuk jenjang SMP dan Jumat malam untuk jenjang SD. Dengan dilaksanakannya rangkaian kegiatan ini, sikap positif terhadap bahasa Lampung diharapkan akan terus tercipta dan tumbuh di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai. (*).






