BANADRALAMPUNG –Bakal calon Walikota Bandarlampung Eva Dwiana yang kini anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Lampung meski nantinya PDIP tak mengusungnya, isteri Herman HN ini memastikan tak akan maju lewat independen. Eva yang kemarin menyerahkan berkas ke Partai Demokrat Bandarlampung kini sudah aman perahunya. Sudah ada dua parpol dan sudah memenuhi syarat untuk bisa mencalonkan dirinya.
Sumber Koran Editor yang juga orang dekat Eva membenarkan bahwa setidaknya sudah dua parpol memastikan mengusung Eva. Keduanya adalah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Nasdem. “PAN kan punya enam kursi dan Nasdem lima kursi dan kedua parpol ini sudah oke. Kita sudah berkomitmen bagaimana Bu Eva bisa memimpin Bandarlampung lima tahun kedepan,” katanya kemarin.
Ditambahkan, meski sudah cukup bisa mencalonkan dengan dukungan dua parpol tersebut Eva tetap optimis mendapat dukungan PDIP yang notabonenya partainya dan sejumlah parpol lainnya. Karena itu, kemarin pihaknya juga menyerahkan berkas kepada Partai Demokrat Bandarlampung.”Alhamdulillah hari ini Buda Eva telah menyerahkan berkas ke Partai Demokrat, mudah-mudahan Bunda Eva dapat diusung,” ujarnya.
Ketua DPD PAN Bandarlampung Wahyu Lesmono membenarkan partainya merekomendasikan Eva sebagai satu-satunya bakal calon walikota yang akan diusung di Pilkada mendatang. “Setelah berproses panjang di godok oleh Tim Pilkada DPD PAN Bandarlampung, akhirnya dari sekian nama yang mendaftar, kami merekomendasikan Bu Eva,” kata Wahyu.
Gayung pun bersambut. Salah satu petinggi Partai Nasdem Bandralampung juga tak menampik bahwa partainya telah berkomitmen untuk bekerjasama dengan Eva. “Memang Nasdem akhirnya memilih bekerjasama dengan Bu Eva. Kita ingin wakilnya kader Nasdem,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC Parta Demokrat Bandarlampung Budiman AS mengatakan, sampai saat ini dari empat calon yang mendaftar dan mengambil berkas di Demokrat, baru tiga yang sudah menyerahkan berkas satu diantaranya Eva. “Setelah ini, dari semua calon, baik internal maupun eksternal, akan mengikuti mekanisme penjaringan. Akan mengikuti penajaman visi misi pada tanggal 23 Januari mendatang,” ungkap Budiman.
Setelah itu lanjut Budiman, pada Maret mendatang, DPP Demokrat akan melakukan survei secara nasional. Bagaimana hasil survei nanti akan diserahkan ke DPP, kemudian DPP yang akan mengeluarkan rekomendasi calon. “Jadi pada tanggal 23 Januari nanti, semua calon akan menyampaikan penajaman visi misi kepada tim penjaringan. Seperti apa visi misinya dalam membangun Bandarlampung kedepan,” jelasnya.
Budiman menambahkan pihaknya telah melakukan penjajakan dengan PDIP, PAN, Nasdem dan Grindara untuk kemungkinan berkoalisi dalam pemilihan walikota mendatang.
Diberitakan Editor sebelumnya, PDIP akhirnya telah menentukan jagoannya untut bertarung pada 8 pilkada kabupaten/kota di Lampung. Hal itu menyusul telah keluarnya surat tugas dari partai banteng moncong putih. Sumber Koran Editor menyampaikan bahwa partainya telah mengeluarkan rekomendasi untuk pilkada di Lampung. Rekomendasi tersebut masih dalam bentuk surat tugas.
“Surat tugas ini merupakan penugasan kepada calon yang bakal diusung untuk melakukan konsolidasi dengan pengurus partai sampai tingkat bawah. Dan menugaskan untuk melakukan komunikasi politik dengan partai politik lainnya,” ujarnya.
Namun, dirinya mengatakan surat tugas tersebut masih ditahan dan belum bisa disampaikan kepada publik. Karena, masih ada beberapa daerah yang belum beres menentukan siapa calon yang aka diberi penugasan. “Seperti di Lamtim, masih belum beres. Masih mempertimbangkan petahana atau mengusung kader sendiri. Sedangkan sisanya sudah clear,” katanya.
Di Bandarlampung, lanjutnya, partai besutan Megawati Soekarno Putri ini akhirnya melabuhkan hatinya ke Rycko Menoza yang merupakan anak kandung mantan Ketua DPD PDIP Lampung Sjachroedin ZP. “Rycko akan digandengkan dengan kader lama PDIP Tulus Purnomo. Ini di luar dugaan, karena santer dikabarkan Rycko akan menggandeng Wiyadi yang merupakan Ketua DPC PDIP Bandarlampung,” ungkapnya. (Cah)






