Bandarlampung – Partai Gerindra Kota Bandarlampung tampaknya membidik dua bakal calon walikota untuk diusung maju pilwakot 23 September 2020 mendatang. Keduanya adalah Eva Dwiana Herman HN (PDI Perjuangan) dan Rycko Menoza (Golkar).
Pasalnya, kedua nama tersebut telah diusulkan ke DPP Partai Gerindra untuk dipertimbangkan mendapat restu Prabowo Subianto.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bandarlampung, Andika Wibawa membenarkan jika partainya telah mengusulkan dua nama untuk dipilih DPP diusung maju pilwakot Bandarlampung 23 September 2020 mendatang.
“Ada dua nama yang kita usulkan ke DPP. Satu Bunda Eva. Yang kedua Rycko Menoza. Sekarang tinggal menunggu putusan DPP aja,” ujar mantan Anggota DPRD Lampung periode 2014 – 2019 ini, Rabu (18/3).
Diusulkannya dua nama tersebut, lanjut Andika, dikarenakan keduanya intens komunikasi dengan Partai Gerindra.
“Yang komunikasi cuma dua calon itu (Eva dan Rycko). Tapi kalau Bunda Eva belom ketemu saya, sedangkann Rycko pernah komunikasi. Sama Mas Tulus pernah ngobrol tapi sebatas ngobrol silahturahmi, tapi diujung jalan Mas Tulus mundur katanya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kedua nama yang diusulkan ke DPP diakuinya tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing. Hal itu, masih kata dia, juga telah disampaikan ke DPP sebagai pertimbangan DPP dalam mengambil keputusan.
“Contoh aja Bunda Eva disukai ibu-ibu pengajian, ini kelebihan Bunda Eva. Kalau Rycko cenderung banyak pendukung yang ingin perubahan kepemimpinan lah atau kaum milenial juga banyak ke Rycko. Jadi faktor kurang lebih calon itu yang nanti jadi dasar masukan buat DPP dalam menentukan,” bebernya.
Disinggung kapan rekom diturunkan, Andika mengaku tidak mengetahuinya. Menurutnya, DPC hanya bisa menunggu keputusan pasti dari DPP terkait arah dukungannya.
“iya belum tahu kalo kapannya, kan itu DPP yang putuskan,” tandasnya.
Dalam mekanisme untuk menentukan rekomendasi, partai berlambang Garuda ini berbeda dengan partai lainnya. langsung mengusulkan ke DPP.
“Iya kita gak buka penjaringan, kita langsung usulkan saja dua nama itu ke DPP,” kata dia.
“Selain itu, kita juga melihat animo masyarakat aspirasinya seperti apa dengan metode survei sehingga di usulkan dua nama itu,” pungkasnya. (*)






