MESUJI – Wardi(40) warga Desa Pangkal Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Mesuji, meregang nyawa setelah di tembak kawanan rampok bersenpi berjumlah tiga orang di kediamanya, Sabtu petang (11/04) sekitar pukul 18.30 Wib.
Wardi di tembak bagian dadanya setelah memergoki aksi kawanan rampok yang memasuki rumahnya.
“Iya mas. Tetangga saya meninggal dunia, ditembak bagian dadanya,”ujar Ardi, salah satu tetangga korban.
Diungkapkan Ardi, saat itu dirinya sedang berada di rumah yang tidak jauh dari kediaman korban, merasa kaget mendengar bunyi letusan sangat nyaring dan suara teriakan meminta tolong.
“Saya lantas keluar rumah bersama puluhan warga lainya. Ternyata, suara letusan berasal dari rumah tetangga saya bernama Wardi(_korban),”ujarnya
Setelah itu, kata Ardi, dirinya mendatangi kediaman korban sudah terkapar. Dan puluhan warga lainya mengejar ke tiga kawanan rampok tersebut.
“Puluhan warga akhirnya menangkap ketiga pelaku,”paparnya
Ketiga pelaku yang berhasil ditangkap massa,salah satunya tewas setelah di hakimi massa adalah Hendri, sedangkan pelaku kedua adalah Mat Ali dalam kondisi lemah tak berdaya (kritis) dan dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) di Brabasan, Mesuji.
Sedangkan pelaku ketiga bernama Roni diamankan ke Polres Mesuji.
Ketiga pelaku tersebut berasal dari Desa Gajah Mati, Mesuji, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan.
Kepada wartawan Kapolres Mesuji AKBP Alim membenarkan kejadian tersebut, dan saat ini anggota kepolisian telah berada di lokasi kejadian untuk menenangkan warga.
“Iya benar, dugaan sementara yang digunakan pelaku Senpira (Senjata Api Rakitan), saat ini kedua jenazah, baik itu korban dan pelaku di bawa ke RSUD Mesuji, Brabasan, satu pelaku kritis, dan satu lagi telah kami amankan, ketiga terduga pelaku warga Gajah Mati, OKI. Situasi aman dan kondusif, anggota telah berada di TKP, dan saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan jangan terpancing oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, serahkan masalah ini kepada aparat penegak hukum,”Jelas Kapolres.
Diketahui, korban perampokan sadis bernama Wardi ini adalah seorang petani, meninggalkan seorang istri dan memiliki dua anak.(apr/tim)






