Tubaba – Perpanjangan masa jabatan Herwan Sahri Sekretaris Daerah Kabupaten Tulangbawang Barat yang akan berakhir pada bulan Agustus 2020 menuai pro dan kontra dikalangan elite politik.
Pasalnya, beberapa politisi dan Anggota Legislatif mulai menunjukkan sikap penolakan terhadap perpanjangan masa jabatan Sekda Kabupaten Tubaba.
Seperti yang dikatakan Salmani Sekretaris Partai Golkar. Dirinya menilai Herwan Sahri tak layak untuk menduduki jabatan Sekda untuk yang kedua kali. Menrutnya, layaknya dievaluasi kembali keputusan perpanjangan masa jabatan tersebut.
“Kalau menurut saya, waktu menjabat anggota dewan banyak hal yang sudah disepakati namun, dirubah oleh sekda. Beliau sudah lama menjabat harus di curigai. Disini saya tidak ada kepentingan pribadi, cuma saya asli putra daerah Tubaba merasa memiliki,” terangnya, kemarin.
Hal senada juga disampaikan oleh Politisi Partai Gerindra, Yantoni yang juga Ketua komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tubaba. Dirinya menolak keras untuk perpanjangan masa jabatan Sekda Tubaba. “Masih banyak pegawai yang lainnya di Kabupaten ini,” tegasnya.
Hal yang demikian dikatakan juga oleh Haji Sukri tokoh masyarakat warga Tiyuh Panaragan. “Belum ada peningkatan secara signifikan selama beliau mengemban jabatan Sekda,” pungkasnya
Sebelumnya, dikabarkan oleh beberapa awak media, Herman Artha selaku Ketua Federasi Adat Marga Empat memberikan dukungan terhadap perpanjangan masa jabatan sekretaris daerah tersebut.
Menurut Herman Artha, Sekda Tubaba yang saat ini masih dijabat oleh Herwan Sahri SH M.Ap diharapkan dapat diperpanjang kembali oleh Bupati Tubaba.
“Kalau menurut saya, meminta pak Herwan Sahri ini di perpanjang lagi, kenapa demikian?, menurut saya beliau ini kan sudah paham betul wilah Tubaba dan kendala yang ada di Tubaba ini juga saya melihat selama ini kinerja nya baik,” kata Herman.
Lanjutnya, dari segi pembinaan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) diketahui koordinsi yang dibangun kesemua pihak termasuk DPRD cukup baik. Hal itu menurutnya di buktikan dengan pembahasan anggaran Sekda sebagai ketua tim anggaran daerah diketahui tidak pernah ada kendala.
“Selama lima tahun ini kan tidak lepas dari cara koordinsi yang baik antara dua lembaga ini juga yang saya tahu dengan pimpinan selama ini sejalan, sehingga pembangunan di Tubaba bisa berjalan baik seperti saat ini, kita wajib bersukur bahkan setiap tahun pemda Tubaba ini oleh BPK selalu mendapat kan penilaian WTP, dan itu tidak mudah lho..!” ungkapnya.
Jelas Herman, prestasi tersebut tidak lepas dari peran Herwan Sahri, selaku Sekretaris Daerah, tapi kalau akan bicara kepuasan menurutnya, semua manusia di dunia pasti ada kelemahan dan kekurangan dan yang pasti tidak bisa memuaskan semua pihak.
“Jadi saya pikir sebaiknya kita meminta kepada pak Bupati Tulang Bawang Barat, supaya pak Herwan Sahri melanjutkan pengbdiannya di Tubaba ini. Anggap saja beliau ibadah meskipun kita tau beliau juga masih muda masih lama pensiun masih perlu peningkatan kirir di Propinsi Lampung,” pungkasnya.
Sementara, Bupati Kabupaten Tulangbawang Barat menuturkan bahwasanya sebelum diperpanjang atau tidak, akan dievaluasi. “Setelah 5 tahun, sekda akan dievaluasi. Terkait pro dan konta itu dinamika, sekertaris daerah bukan jabatan politis. Kita akan mempertimbangkan kinerjanya,” pungkasnya saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat via WhatsAppnya.
081279xxxxxx.
Sebelumnya, Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad akan memperpanjang masa jabatan Herwan Sahri sebagai Sekretaris Kabupaten (Sekkab) setempat. Perpanjangan jabatan dilakukan setelah masa jabatan berakhir Agustus 2020.
“Sebelum ada pengganti, jabatan sekkab akan diperpanjang. Saya menilai Pak Herwan Sahri mampu dan pantas karena belum ada pengganti,” ujar Bupati Umar Ahmad, kemarin.
Bupati Umar mengatakan untuk memperpanjang jabatan sekkab tersebut, Pemkab setempat tetap berpedoman dengan paruturan dan perundang-undangan yang berlaku.
“Artinya, semua tahapan pengisian jabatan sekkab ini nanti akan dipatuhi. Bahkan, pemkab juga akan berpedoman pada hasil tim evaluasi kinerja sekkab Tubaba yang telah dibentuk pemerintah provinsi,” ujarnya. (ish/jim)






