Bandarlampung – Ketua DPW Partai Partai Nasdem Lampung, Taufik Basari berharap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih dapat berkoalisi dengan mengusung kandidatnya Nessy Kalvia Mustafa di pilkada Lampung Tengah. Hal itu menjawab sas-sus PKS bakal menarik dukungannya dari Nessy pasca keluarnya rekomendasi Nasdem di pilwakot Metro untuk Anna – Fritz, bukan untuk jagoannya Mufti Salim.
Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Hukum dan HAM ini meyakini teman-teman PKS tentu memiliki kematangan dalam berpolitik dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan lainnya.
“Karena itu tentu kebersamaan koalisi di Lampung Tengah sejatinya tetap berlangsung karena kita sama-sama ingin menghantarkan sosok yang kita anggap terbaik bagi masyarakat lampung tengah yakni Nessy Mustafa,” ujarnya, Kamis (18/6).
Ketua Fraksi Nasdem untuk MPR RI mengklaim hubungan PKS dan NasDem selama ini sangat erat, baik di Lampung maupun secara nasional.
Dikatakanya, secara personal juga hubungan antara pengurus NasDem dan PKS di Lampung juga penuh kehangatan dan dilandasari rasa kekeluargaan. “Tentu jika adanya perbedaan pilihan tidak serta merta membuat silaturahmi dan kekeluargaan ini menjadi hilang. Begitu pula kebersamaan di Lampung Tengah saya harapkan juga akan terus berlanjut,” harapnya.
Kendati demikian, lanjut dia, pihaknya menghormati rumah tangga dan mekanisme masing-masing partai. Sehingga dirinya juga menghargai apapun sikap PKS.
“Namun tentu harapan agar kita tetap bersama-sama berkoalisi berjuang untuk Nessy Mustafa di Lampung Tengah tidak hanya menjadi harapan Partai NasDem semata tetapi juga menjadi harapan masyarakat yang saat ini menantikan sosok Nessy Mustafa memimpin Lampung Tengah,” harapnya lagi.
Terkait rekomendasi Partai NasDem untuk pilwakot Metro, Taufik Basari menjelaskan jika partainya tidak pernah membuat kesepakatan bahwa Pilkada Lampung Tengah satu paket dengan Pilkada Kota Metro.
Justru, kata dia, dalam berbagai kesempatan pihaknya menyampaikan bahwa basis pertimbangan Partai Nasdem adalah survei dan pemenuhan harapan masyarakat yang terbaca dari hasil survei.
“Saya sangat menghormati Ustadz Mufti yang merupakan sahabat saya, karena itulah justru keputusan untuk Kota Metro sengaja saya minta tunda pembahasannya di DPP menunggu hasil survey Ustadz Mufti setelah melakukan sosialisasi di Kota Metro, dan itu merupakan penghormatan kami kepada beliau. Ternyata keputusan kami akhirnya adalah memberikan dukungan kepada Anna – Frits berdasarkan 4 survey yang kami peroleh. Itu adalah keputusan partai yang harus dijalankan,” bebernya.
Lebih lanjut, dirinya menilai dalam pilkada adalah hal yang sangat biasa suatu partai berkoalisi pada pilkada yang satu dan berbeda dukungan di pilkada yang lain. “Dan ini terjadi di berbagai daerah dan berlaku di berbagai partai,” tandasnya.
Sebelumnya, Kandasnya koalisi PKS dan Nasdem di Pilkada Kota Metro dikabarkan berimbas pada koalisi kedua parpol tersebut di pilkada lainnya. PKS dikabarkan gantian akan menarik kembali rekomendasi yang sudah dikeluarkan untuk kader Nasdem di Pilkada Lamteng.
Sejumlah politisi PKS Lamteng menilai kebersamaan mereka dengan NasDem di kabupaten itu terancam pupus. Selain dianggap tak lagi memegang komitmen koaliasi dua partai, jatuhnya rekomendasi NasDem ke calon lainnya di Kota Metro dianggap terlalu menyakitkan.
Seperti diketahui, PKS – NasDem di Kota Metro santer akan berkoalisi dan mengusung nama Mufti Salim sebagai Calon Walikota dan Saleh Chandra (Ketua DPD NasDem Kota Metro) sebagai Calon Wakil Walikota.
Sementara nama Nessy Kalviah Mustafa di Lamteng juga sudah mendapatkan rekomendasi dari NasDem dan PKS untuk maju sebagai Calon Bupati di kabupaten bergelar Jurai Siwo itu.
Dikonfirmasi hal tersebut, Ketua Fraksi PKS Lampung Tengah, Muhamad Ghofur tidak menampik jika pupusnya koalisi PKS- NasDem di Kota Metro berimbas pada koalisi PKS mereka di Pilkada Lamteng.
Ghofur mengatakan, harus ada pembahasan baru terkait koalisi PKS-Nasdem pada pilkada Lampung Tengah, dan pihaknya akan meminta penjelasan dari NasDem Lampung Tengah terkait hal tersebut.
“Ya pasti mas (PKS kecewa), Pak Mufti (Salim) itu Ketua DPW PKS Lampung dan juga kader dari Lampung Tengah, pasti kami yang di sini ikut merasakan (kecewa) juga ketika rekom Nasdem tidak jatuh padanya (di Pilwakot Metro). Ini harus ada pembicaraan baru dan juga mereka (Nasdem) harus menjelaskannya kepada kami (PKS),” kata Ghofur, kemarin.
Terpisah, Ketua DPD PKS Lamteng Anton Robbani saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, seolah enggan untuk menanggapi secara serius pertanyaan awak media kepadanya.
Bahkan, Anton berkelakar dengan hanya memberikan jawaban yang singkat. “(PKS) Menunggu wangsit dari langit,” jawabnya singkat saat dikonfirmasi terkait masa depan koaliasi PKS-NasDem di Lamteng.
Sebelumnya, baik Anton maupun Ghofur secara bersamaan membuat status di akun Facebook mereka. “Kau Lukai Ketulusan Kami…. Saat sayang2-nya….,” Tulis Anton Robbani pada, Minggu 14 Juni 2020 lalu.
Sementara di waktu yang hampir bersamaan Muhammad Ghofur menulis status. “Bersiap untuk segala situasi, cuaca sedang tidak menentu.” Tulisnya.
Banyak yang menduga status di akun media sosial mereka berkaitan dengan keluarnya rekomendasi DPP NasDem Lampung untuk pasangan Anna Morinda – Fritz Akhmad Nuzir di Kota Metro di hari yang sama.
Disisi lain, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung, Ahmad Mufti Salim angkat bicara terkait pasca keluarnya rekomendasi Partai Nasdem untuk pilwakot Kota Metro yang mengusung pasangan Anna – Fritz.
Bakal calon walikota Metro ini memastikan, PKS tetap berjalan meskipun tanpa Partai Nasdem. Padahal, santer diberitakan, Mufti yang juga bakal calon walikota Metro ini menyatakan siap untuk maju bareng dengan kader Partai Nasdem, Saleh Candra yang juga Ketua DPD Partai Nasdem Kota Metro.
“Masih terus berjalan. Komunikasi dengan partai-partai yang belum final punyai usungan,” ujarnya.
Senada juga disampaikan Sekretaris DPW PKS Lampung, Ade Utami Ibnu. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung ini mengatakan partainya tetap berjalan tanpa Nasdem. “Kita tetap berjalan tanpa Nasdem,” ucapnya.
Sebelumnya, harapan Mufti, yang digadang menggandeng Saleh Candra, untuk mendapat rekomendasi Partai Nasdem pupus. Hal itu menyusul keluarnya rekomendasi partai Nasdem jatuh ke pasangan Anna – Fritz. Rekomendasi untuk Anna-Fritz tercantum dalam surat nomor 141-SI/RP/DPP-NasDem/V/2020 Partai NasDem.
Sekretaris DPW Partai Nasdem Lampung, Fauzan Sibron menjelaskan, pemberian rekomendasi menjadi keputusan mutlak DPP. Menurut dia, keputusan itu didasari hasil survei yang telah dilakukan oleh partai.
“Sebelum mengeluarkan rekomendasi, partai telah melakukan survei. Kita menentukan calon dengan membaca hasil survei. Karena hasil survei itu merupakan representasi rakyat,” beber Fauzan.
Dikatakannya, dinamika politik yang terjadi di Pilkada Metro merupakan hal biasa. Kata Fauzan, ketika DPP telah memutuskan dan menetapkan calon yang akan diusung, maka setiap kader akan siap bergerak memenangkan.
“Dinamika yang seperti ini tentu biasa. Ada calon mendaftar, kader mendaftar. Mendaftar itu biasa. Tetapi ketika DPP sudah memutuskan, kita harus taat kepada keputusan partai, dan kita harus menjalankan itu,” tandasnya.
Lebih lanjut, dirinya pun mengaku masih menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Metro, Saleh Candra. Meskipun yang bersangkutan tidak mendapatkan rekomendasi.
“Ya, hubungan kami dengan kakak Saleh Candra sangat baik. Hubungan kami dengan kakak Saleh Candra seperti ayah dan anak. Dan saya yakin kakak Saleh Candra memahami jika ini keputusan partai dan beliau pasti menjalankan apa yang menjadi keputusan partai,” tandasnya.
Senada juga disampaikan bakal calon walikota Metro, Anna Morinda. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Metro ini mengaku tidak ada pergesekan antara dirinya dengan Saleh Candra terkait rekomendasi pilwakot Metro.
“Hubungan saya dengan Kakak Saleh baik. Dia adalah Kakak saya. Dan insya allah kita akan bekerja bersama untuk pemenangan pilwakot Metro,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi penyerahan rekomendasi Partai Nasdem untuk pilwakot Metro ke pasangan Anna – Fritz, Saleh Candra selaku ketua Partai Nasdem Metro tidak tampak hadir. (san/cah)






