// Hasil Swab, Almarhum Negatif Covid-19 dan Diduga Meninggal Karena Serangan Jantung //
Tanggamus – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka menyelimuti Permkab Tanggamus. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Diskoperindag) Mairosa meninggal dunia, kemarin.
Berdasarkan hasil diagnosis sementara yang bersangkutan diduga meninggal dunia karena serangan jantung. Korban ditemukan tergeletak di dalam kamar kecil Sekretariat Pemkab Tanggamus usai mengikuti upacara bersama di lapangan kompleks Pemda setempat.
Sekretaris Dinas Kominfo Tanggamus Derius Putrawan membenarkan kabar duka tersebut. “Iya. Informasinya seperti itu. Terjatuh dari kamar mandi, setelah upacara di lapangan. Jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang,” kata Derius.
Sementara di RSUD Batin Mangunang Kotaagung, terlihat sejumlah pejabat Pemkab Tanggamus. Di antaranya Asisten Bidang Administrasi Jonsen Vanisa, Asisten Bidang Ekobang Sukisno, Kadis PPPA, Dalduk dan KB Edison, Staf Ahli Bupati Hery Heryadi serta sejumlah pejabat di Disperindagkop UMKM.
Rekan kerja Mairosa, Edison mengatakan, almarhum didapati dalam posisi sudah tergeletak tidak sadarkan diri di dalam kamar mandi kantor Setkab Tanggamus.
“Almarhum ke kamar mandi usai upacara. Setelah tabur bunga di TMP, saya mau ke kamar mandi lagi. Tapi pintu terkunci, digedor-gedor tidak ada respon. Akhirnya saya insiatif panggil petugas cleaning service untuk memanjat. Pas dilihat, ternyata di dalam ada Mairosa,” kata Edison.
Dilanjutkan, saat diperiksa, Mairosa sudah meninggal dunia. “Saya berani mendekat dan membopong, karena tahu, dia punya riwayat jantung. Selama ini memang sering mengeluh jantung,” papar Edison.
Sementara, dokter UGD RSUD Batin Mangunang Kotaagung dr. Mirza mengatakan, Mairosa tiba di rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Dirinya menduga kuat bahwa Mairosa terkena serangan jantung. Hal ini didasari dari keterangan para rekan almarhum yang mengantar.
“Kalau berdasar cerita rekan almarhum, sebelum tidak sadarkan diri, ia mengalami tremor atau getaran. Lalu ada riwayat jantung juga. Jadi kemungkinan serangan jantung,” terang dr. Mirza.
Dilanjutkan, penanganan jenazah Mairosa dilakukan sesuai protokol kesehatan. Petugas medis yang membawa jenazah juga menggunakan APD lengkap.
“Tadi dilakukan Swab. Sebab kalau Rapid sudah tidak akurat lagi karena meninggalnya sudah satu jam. Sampel Swab dikirim ke RSUD Pringsewu,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus Taufik Hidayat mengatakan hasil tes Swab terhadap Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Tanggamus Mairosa negatif Covid-19.
Taufik mengatakan, setelah dilakukan pengambilan sampel Swab dan PCR di laboratorium RSUD Pringsewu, hasilnya almarhum Mairosa dinyatakan tidak terkonfirmasi Covid 19 atau negatif.
“Pemeriksaan PCR di laboratorium RSUD Pringsewu kebetulan sepi. Jadi sampel Swab almarhum dapat langsung diperiksa,” jelasnya. (dbs)






