MB Mohon Doa untuk Kelapangan Alam Kubur Ibunda Tercinta

// Ibunda MB ‘Berpulang’, Ratusan Pelayat Kunjungi Rumah Duka //

Lampung Barat – Kabar duka datang dari keluarga anggota DPR RI Mukhlis Basri dan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. Hj. Asnah, ibunda dari kedua tokoh Lampung tersebut wafat Minggu (15/11) sekitar pukul 12.30 WIB. Hj. Asnah wafat dalam usia 84 tahun di kediaman anak tertuanya di Pekon Purawiwitan Kebuntebu Lambar.

Almarhumah diketahui telah tiga tahun terakhir menderita sakit. Jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga Pemangku Sinarluas, Pekon Muarajaya 2 Kecamatan Kebuntebu sekitar pukul 18.00 Wib. Sebelum dimakamkan, ratusan pelayat dari berbagai tempat, memenuhi rumah duka.

MB , saat menyampaikan sambutan menjelang pelepasan almarhumah menuju peristirahatan terakhir di pemakaman keluarga di Pekon Purawiwitan Kecamatan Kebun Tebu, dengan lantunan sholawat, memohonkan doa untuk kelapangan alam kubur ibundanya tercinta.

“Saya atas nama anak, cucu dan cicit, almarhumah menyampaikan terima kasih atas kehadiran saudara, untuk menyampaikan rasa duka dan memberikan doa, semoga ibunda tercinta kami ini diampuni segala dosanya dan diterima semua amal ibadahnya,” kata MB , kemarin.

Dijelaskan, MB , saat ini ibunya berusia lebih kurang 84 Tahun, tentu selama hidupnya banyak bergaul dan tidak menutup kemungkinan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dan dan melakukan kesalahan-kesalahan, untuk mohon agar dimaafkan.

“Selama hidupnya ditengah kesusuhan dalam membesarkan kami, mungkin ibunda kami pernah melakukan hilaf dan salah, untuk itu saya atas nama pribadi dan keluarga memohonkan maaf untuk beliau,” harapnya.

Dikatakan Bupati Lampung Barat priode 2007-2012 dan 2012-2017 tersebut, sudah tiga tahun terakhir ibu tercinta mereka menderita sakit, dan di rawat oleh anak cucunya, karena sesuai dengan vonis dokter bahwa sakit yang di derita sudah tidak dapat disembuhkan.

“Saat ibu sakit kami anak cucunya ingin memberikan yang terbaik, terutama untuk kesembuhan almarhumah, tetapi berdasarkan vonis yang disampaikan dokter bahwa sudah tidak dapat disembuhkan, maka selama ini kami rawat bersama keluarga besar,” ujar MB  seraya mengatakan Almarhum meninggalkan delapan orang anak dan 10 bersaudara, yang sudah memberikan cucu dan cicit. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *