Bandarlampung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bandarlampung meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk mengevaluasi jalannya debat kandidat putaran kedua yang berlangsung di Hotel Emersia, Rabu (18/11).
Ketua Bawaslu Bandarlampung, Candrawansah mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti dan me-warning serta menanyakan ke KPU apakah ada informasi kisi-kisi jawaban atau tidak, tetapi jawaban KPU mengaku tidak ada.
“Tapi menurut pengawasan kita, para calon seperti melihat ke arah bawah terus. Tapi kita juga harus analisa, apakah ini model pembawaan calon atau bukan. Ini kita teliti secara sesama,” ujarnya, kemarin.
Candra menambahkan, hal ini akan menjadi bahan evaluasi untuk KPU, karena menurut pengawasan Bawaslu harus ada yang dievaluasi sedikit banyak.
Misalnya, tidak dibolehkan menyerang calon tertentu ke personal, tidak boleh adanya tepuk tangan sebelum diperbolehkan oleh moderator, ini menjadi evaluasi oleh KPU.
“Kami sudah sampaikan secara lisan ke teman-teman KPU. Nanti akan koordinasi agar merubah pola dan mengevaluasi kegiatan ini. Karena kalau kita bandingan dengan debat sebelumnya, lebih tertib debat pertama,” tandasnya.
Terpisah, Ketua KPU Kota Bandarlampung, Dedi Triadi mengatakan, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi pelaksanaan debat putaran kedua untuk pelaksanaan debat putaran ketiga nanti.
“Kita akan evaluasi untuk debat ketiga. Termasuk moderator juga bisa mengatur alur debat agar paslon membahas debat sesuai tema yang sudah ditentukan oleh KPU. Dan idak boleh keluar dari kontek serta substansi tema debat,” jelasnya.
Terkait ada pendapat soal bocornya soal, Dedi dengan tegas membantahnya.
“Ini akan asumsi. Tapi kita jamin untuk KPU Kota tidak ada bocor soal.. karena materi debat hanya tim pakar dan koordiv teknis yang tahu.. saya sendiri selaku ketua tidak tahu sampe pelaksanaan debat semalem,” tandasnya.
Sebelumnya, KPU Kota Bandar Lampung menggelar debat publik kedua antar calon wakil wali kota Bandar Lampung pada Pilkada 2020 di Hotel Emersia, Rabu (18/11/2020) malam. Debat ini diikuti oleh calon wakil wali kota pasangan nomor urut 1 Johan Sulaiman, calon wakil wali kota pasangan nomor urut 2 Tulus Purnomo Wibowo, dan calon wakil wali kota pasangan nomor urut 3 Deddy Amarullah.
Tema debat publik kedua ini yakni meningkatkan pelayanan publik, memperkokoh NKRI dan kebangsaan.
Ketua KPU Kota Bandar Lampung Dedy Triyadi mengatakan, debat ini adalah debat publik kedua dari tiga debat yang akan dilaksanakan KPU Kota Bandar Lampung.
Debat ini terdiri dari 6 segmen. Segmen pertama ada pemaparan visi dan misi serta program pasangan calon dan sesi kedua pertanyaan dari panelis melalui video mengenai peningkatan pelayanan publik.
Ada 5 panelis yakni Dr. Nairobi selaku dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Unila, dosen FKIP Unila Dr. Ujang Suparman, dosen Fakultas Hukum Unila Dr. Budiono, mantan Dekan FISIP Unila Dr. Syarief Makhya, dan dosen HTN UIN Raden Intan Lampung Dr (Cand) Fathul Mu’in.
Kemudian, sesi ketiga pertanyaan panelis mengenai memperkokoh NKRI dan kebangsaan. Sedangkan sesi 4 dan 5 masih sama, yakni bertanya dan menjawab seputar tema 1 dan 2. Kemudian sesi terakhir adalah pernyataan penutup dari calon wakil wali kota.
“Debat publik adalah media bagi para calon untuk memaparkan visi dan misi, program kerja serta meyakinkan pemilih. Sehingga tidak terjadi debat kusir,” kata Dedy.
Dalam debat publik kedua ini hanya ada satu moderator, yakni news anchor Metro TV Tantri Moerdopo. Berbeda pada debat pertama sebelumnya yang menampilkan dua moderator.
Debat publik kedua ini disiarkan langsung oleh Siger TV Lampung dan Radio SAI 100 FM Lampung serta Youtube KPU Kota Bandar Lampung maupun live Instagram. (cah)






