Fauzan Sya’i Angkat Bicara Soal Isyu Masjid Nurul Faizin

Tanggamus- Mantan Bupati Tanggamus Hi. Fauzan Syar’i geram mendengar isyu adanya wacana pengalihan pungsi Masjid Nurul Faizin Islamik senter Kotaagung, menjadi mall pelayanan satu pintu.

Menurutnya, kebijakan pemerintah tersebut tidak berdasar dan tidak melihat nilai-nilai sejarah terbentuknya Islamik beserta bangunan-bangunan yang ada. Dimana, dalam pembangunan Islamik itu mempunyai arti tersendiri bagi masyarakat Tanggamus, salah satunya menjadi kebanggan dan icon adalah masjid Nurul Faizin yg berada tepat didepan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tanggamus.
“Dulu masjid itu menjadi salah satu icon Tanggamus, yang berdiri megah diarea Islamik tersebut, yang seharusnya dijaga, dirawat dan diperbaiki lagi oleh perintah. Bukan malah mau dialihkan punsinya, itu kan ngawur,” kata Fauzan, saat ditemui, Jum’at (12/2).
Fauzan Syar’i mengatakan, dirinya sudah menghubungi Sekkab Tanggamus, Hamid H Lubis, dengan mempertanyan wacana pemerintah Tanggamus soal alih pungsi Masjid tersebut, menjadi mall pelayan satu pintu, dirinya meminta kepada sekkab untuk mencabut dan membatalkan rencana tersebut. Karena rencana pemerintah itu sangat tidak manusiawi, walau dengan alasan apapun.
“Saya dengar dari rekan saya Isyu ini, dan saya sudah hubungi sekkab, menanyakan kebenarannya dan sekkab harus membatalkan rencana tersebut, kalau rencana itu masih diteruskan lawannya saya, dan bukan saya saja tetapi seluruh masyarakat Tanggamus, ini jelas ada pencetusnya yang mempunyai ide, dan siapapun  orangnya harus bertanggung jawab atas rencana itu,” tegas Fauzan, mantan bupati Tanggamus ini.
Menurut Fauzan, kalau alasannya karena Islamik itu sepi, bukan alasan menyulap masjid menjadi mall pelayanan satu pintu supaya terkesan ramai, itu cara yang tidak tepat, malah akan mencederai hati masyarakat Tanggamus. Akan tetapi manfaatkan segala pasilitas gedung yang ada di lokasi Islamik, dengan memfokuskan semua kegiatan pemerintah Tanggamus dipusatkan di Islamik, sehingga menjadi ramai dan gedung-gedung yang ada akan lebih bermanfaat.
“Kalau area itu mau ramai semua kegiatan dipusatkan di Islamik, disitu ada aula, ada asrama, ada Rumah Sakit yg bisa dimanfaatkan. Bukan menghilangkan yg sudah ada. Saya dulu punya program membuat jalan lingkar yg tembus ke Islamik, kalau memang program itu dilaksanakan area Islamik tidak akan sepi, ditambah dengan adanya perkantoran diarea itu, seperti kantor camat dan laian-lain,” tegasnya.
Fauzan juga mengatakan, bahwa sejarah berdirinya masjid tersebut, dengan diberi nama Nurul Faizin atas kesepakatan tokoh masyarakat dan tokoh Agama se- Kabupaten Tanggamus, yang dimana pada saat itu menjadi kebanggan masyarakat Tanggamus memiliki masjid yang megah, yang letaknya strategis dengan gedung-gedung pasilitas umum dan ekat dengan RSUD.
“Itu yang memberi nama masjid Nurul Faizin tokoh masyarakat dan tokoh Agama, saya sudah menolak waktu itu, tapi mereka memaksakan dengan nama itu, bukan keinginan saya namanya itu. Jadi kalau isyu itu tetap dilaksanakan saya tidak akan tinggal diam kali ini,” tegas Fauzan Sya’i, yang juga mantan Anggota DPR-RI ini. (Ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *