Indahnya bersama Herman HN Walikota Fenomenal Bandar Lampung

Bandar Lampung, Penampilannya sederhana saya kenal pertama beliau di saat meperjuangkan  Sjachroedin ZP menjadi Gubernur Lampung periode ke dua. Kala itu Tahun 2007 saya (masih Ketua Pujakesuma) dan dua teman pengurus seni & budaya Jawa menghadap beliau waktu itu masih menjabat Kadis di Provinsi Lampung.

Kami mengadakan Ulang Tahun Paguyuban dengan acara Festival Reog Ponorogo dan kuda lumping yang di hadiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Alhamdulillah berkat bantuan beliau Herman HN acara kami pun berlangsung sukses.

Waktu itu walaupun kami sudah kenal baik saat beliau mencalonkan diri sebagai Walikota Tahuh 2010, Alhamdulillah terpilih hingga dua periode, saya bersama kedua teman “sepertinya” tidak yakin dengan beliau dalam kapasitas membangun Kota Bandar Lampung. Ternyata penilaian saya terhadap beliau salah seratus delapan puluh derajat.

Pada bulan pertama saya pantau beliau langsung tancap gas memenuhi janji-janji kampanyenya, ini sungguh mengejutkan sekaligus membanggakan ternyata beliau sungguh luar biasa. Dari tangan dingin beliau dan pola pikir beliau yang tegas dalam pendirian mensejahterakan rakyat, tercipta Kota Bandar Lampung menjadi Kota Metropolitan. Hotel-hotel pencakar langit  tumbuh dengan pesat, jalan di sudut  kota mulus bahkan jalan layang  atau fly over pun beliau bangun. Bukan hanya warga Lampung saja yang bangga dengan sosok beliau tapi orang  di luar Lampung  pun  sangat  kagum  dengan  pola kerja beliau.

Lebih mengagumkan lagi, tatkala kami dan teman-teman di panggil beliau di ajak musyawarah karena beliau ingin mengadakan acara festival dalang wayang kulit dan campursari se-Provinsi Lampung. Tentu  saya  kaget  sebagai penduduk Lampung  yang  berasal dari Jawa, beliau pemimpin daerah asli Lampung tapi begitu perhatian terhadap semua budaya yang ada di Kota Bandar Lampung. Akhirnya, terlaksana sebuah festival dalang wayang kulit, festival campur sari se-Provinsi Lampung di jantung kota Tugu Adipura dan mendapat pengghargaan dari MURI dengan peserta terbesar sekitar 200 dalang  berlangsung 10 malam siang malam non stop.

Mulai saat itulah semua warga Lampung  pendatang merasa kagum dan bangga terhadap sosok Drs. Herman, HN, MM Walikota Bandar Lampung, dua periode yang berjiwa nasionalis dan perhatian kepada seluruh lapisan masyarakat, sungguh kami “seakan” belum rela melepasnya. Alhamdulillah masyarakat Kota Bandar Lampung masih beruntung dengan terpilihnya istri beliau, Hj. Eva Dwiana sebagi Walikota Bandar Lampung dan In Syaa Allah akan melanjutkan pembangunan Kota Bandar Lampung.

AKHIRNYA DENGAN BERAT HATI DAN PENUH RASA HORMAT KAMI PENGURUS SENI BUDAYA PROJO PANDAWO MENGUCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA BAPAK PEMBANGUNAN DRS. HERMAN, HN, MM SEMOGA JASA-JASAMU KEPADA KAMI AKAN KAMI UKIR DALAM SEJARAH SEMOGA BAPAK DRS. HERMAN, HN, MM SELALU DI BERIKAN KESEHATAN DAN KEKUATAN OLEH ALLAH SWT, AAMIIN. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *