Bandarlampung – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar diskusi publik dalam rangka Diesnatalis GMNI Ke-67 di Kubang Badak Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, Selasa (23/03). Pada acara tersebut, selain dihadiri sejumlah kader dari GMNI juga dihadiri Masyarakat Setempat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Tidak hanya itu, pada acara yang mengangkat tema “Trisakti Bung Karno Sebagai Jalan Mewujudkan Cita-cita Proklamasi 1945,” turut juga menghadirkan sejumlah tamu, yakni Perwakilan Pemerintah Kabupaten Pesawaran Sebagai utusan Bupati yakni, Kepala Kesbangpol Pesawaran Zainal Arifin S,H.,MH dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Padang Cermin Bpk Nazarudin.
Ketua Pelaksana Agung Prakoso mengungkapkan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan Potensi Masyarakat Desa dalam pembangun Kabupaten pesawaran berbasis berkelanjutan.
“Tujuannya dengan adanya dialog terbuka itu akan mampu melahirkan berdikarinya ekonomi di Kubang Badak, kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran dengan memanfaatkan dan peka terhadap potensi Masyarakat desa,” ujar Agung Handoko dalam siaran pers yang diterima wartawan, Kamis (25/3).
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Bandarlampung, Ichwan Aulia menegaskan bahwa kedepan akan mengawal rekomendasi yang dihasilkan dalam dialog publik tersebut. “Ini sebagai bentuk komitmen dalam memperjuangkan potensi kaum marhaen,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Kepala Kesbangkopol Kabupaten Pesawaran, Zainal Arifin S,H.,MH mengapresiasi acara yang dipelopori oleh DPC GMNI Bandarlampung tersebut. “Karerna GMNI sudah mau peduli dengan Masyarakat desa yang ada di Pesawaran,” ucapnya.
Ia mengatakan bahwa dirinya sebagai utusan langsung Bupati Kabupaten Pesawaran akan menyampaikan rekomendasi dari hasil diskusi pada. “Terutama pada persoalan yang ada di Kubang badak, Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.
Terkait Administrasi Kependudukan, Hak Rakyat Atas Tanah dan Inspektur, dirinya atas nama pemerintah Kabupaten Pesawaran mengucapkan terimakasih kepada DPC GMNI Bandarlampung yang sudah berani mengambil langkah seperti ini. “Di Usia GMNI yang Ke-67 tahun semoga ini menjadi kado terindah untuk masyarkat Kubang Badak,” tukasnya.
Di sesi terakhir Ketua DPC GMNI Bandarlampung, mengatakan bahwa pihaknya akan mengawal rekomendasi yang terlah di sampaikan oleh masyarakat pada agenda dialog publik tersebut sampai terpenuhi oleh pemerintah Kabupaten Pesawaran. “Sehingga Trisakti Bung Karno dapat benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat,” tutupnya. (*)






