Bandarlampung – Anggota Komite IV DPD RI daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim siap untuk memperjuangkan penambahan kuota keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi Lampung hingga mencapai 977.160 kepala keluarga. Diketahui, saat ini penerima PKH di Provinsi Lampung mencapai 444.164 kepala keluarga.
Abdul Hakim berlasan, penambahan penerima PKH perlu ditingkatkan lagi karena banyak manfaat yang diterima oleh keluarga penerima itu sendiri. Salah satunya banyak anak penerima manfaat PKH yang melanjutkan kuliah.
Data yang diberikan Koordinator Wilayah PKH Provinsi Lampung II Slamet Riyadi, saat ini telah terdata 335 anak PKH berhasil kuliah sejak 2017-2020. Jika ditambah 61 anak yang lulus SNMPTN 2021, totalnya menjadi 396 anak.
Dari 61 anak ini, 26 siswa diterima di Universitas Lampung, 23 di Institut Teknologi Sumatera, 8 di Politeknik Negeri Lampung dan 4 lainnya di PTN luar Provinsi Lampung.
“Dengan penambahan ini saya yakin akan selaras dengan jumlah anak-anak PKH yang melanjutkan kuliah,” ujar Abdul Hakim dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/4/2021).
Ditambah lagi, masih kata dia, dengan adanya program Gerakan Ayo Kuliah, ia yakin jumlah lulusan SMA ke perguruan tinggi dari anak-anak PKH bisa semakin banyak.
Abdul Hakim mengatakan, Gerakan Ayo Kuliah (GAK) Lampung yang mendorong semangat anak-anak PKH untuk bisa kuliah memang terbilang prestasi besar. Sebab, dengan gerakan itu, minat anak-anak melanjutkan kuliah bertambah tinggi.
“Dan ini terlihat dari semakin banyaknya anak-anak program PKH yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” ungkapnya.
Abdul Hakim mengatakan, kuliah adalah ikhtiar untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Dengan berkuliah, ilmu akan didapat, relasi akan bertambah, dan pola pikir insan akademis akan terbentuk. Hal itulah, kata Abdul Hakim, yang bisa menjadikan Indonesia semakin maju ke depan.
Abdul Hakim mendorong anak-anak PKH yang bisa kuliah untuk studi dengan baik dan tepat waktu, serta mencapai indeks prestasi kumulatif yang tinggi. Selain itu, menambah pengalaman dengan berorganisasi dan memulai usaha mandiri sejak dini.
Ia yakin, gerakan ini akan semakin masif dan disambut baik. Kuliah, kata dia, adalah hak setiap orang meskipun berasal dari keluarga penerima manfaat PKH.
“Capaian ini juga selaras dengan program nomor 5 dari 22 program kerjaanya tentang peningkatan jumlah penerima Program Keluarga Harapan sebesar 22 persen,” jelasnya. (*)






