Bandarlampung – Keluarga mantan bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurnajaya, Andika Wibawa mengapresiasi kebijakan Kalapas Rajabasa, yang telah memberikan perhatian khusus bagi warga binaannya yang terdampak Covid-19 dan lanjut usia (lansia).
“Alhamdulillah, permintaan kita direspon langsung oleh Kalapas Rajabasa. Kami, pihak keluarga sangat apresiasi sekali atas langkah – langkah yang telah diambil oleh Kalapas,” ujarnya, Selasa (1/6).
Ketua DPC Partai Gerindra Bandarlampung ini mengaku cukup lega dengan tidak dicampurnya lagi warga binaan yang terkena covid-19 dengan penghuni lapas lainnya.
“Info yang saya denger, posisi ayah saya (Andy Achmad Sampurnajaya, red) sudah sendiri dan tidak dicampur dengan yang lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dirinya berharap pihak Lapas Rajabasa terus memberikan perhatian yang lebih bagi warga binaannya, terlebih bagi penghuni lapas yang sudah lansia.
“Moga ke depan perhatian untuk penghuni yang di lapas lebih ditingkatkan dan diperhatikan lagi. Memang sekarang sudah baik, tapi untuk ke depan kita berharap lebih baik lagi,” tukasnya.
Sebelumnya, Keluarga mantan bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurnajaya, Andika Wibawa meminta kepada Kepala Lapas Rajabasa memberikan perhatian khusus bagi napi yang terkena covid-19 dan yang telah usia lanjut (lansia). Pasalnya, napi yang sudah lansia rentan terkena virus yang berasal dari Cina ini.
Diketahui, dua mantan bupati yang tengah menjalani hukuman di Lapas Rajabasa positif terjangkit virus Covid-19 bersama 300 napi lainnya. Keduanya adalah Andy Achmad Sampurnajaya, mantan Bupati Lampung Tengah, dan Agung Ilmu Mangkunegara, mantan Bupati Lampung Utara.
“Kita berharap ada kebijaksanaan dari kalapas atau kakanwil Menkumham atas persoalan ini. Karena ini menyangkut soal kemanusiaan, masalah jiwa orang. Artinya harus ada kebijaksanaan lah, minimal yang usianya diatas 70 tahun, yang rentan seperti bapak saya dipisah, karena kondisi badan orang kan nggak sama,” kata dia, Jumat (28/5).
Dikhawatirkannya, ayahandanya masih rentan terjangkit covid-19 meskipun telah dinyatakan sembuh jika masih dalam satu ruangan dengan napi yang lainnya.
“Jadi seharusnya ada kebijaksanaan dari kalapas supaya bisa isolasi mandiri di ruangan sendiri, khusus bagi penghuni lapas yang diatas 70 tahun, seperti bapak saya ini,” harapnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Bandarlampung ini berharap, baik Kalapas Rajabasa maupun kakanwil Menkumham Lampung dapat mempertimbangkan memberikan perhatian khusus bagi penghuni lapas yang terkena covid-19 dan lansia.
“Kami sangat berharap sekali ini. Kami menengok saja nggak boleh. Mau lihat saja nggak boleh, jadi kami pihak keluarga sangat khawatir dan mencemaskan beliau. Apalagi bapak saya ini usianya sudah diatas 70 tahun,” harapnya lagi.
Dirinya juga berharap kepada Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19, baik provinsi ataupun kota Bandarlampung, untuk menempatkan atau memperbantukan tenaga medis, dokter atau perawat di Lapas Rajabasa. “Karena mungkin disana (lapas Rajabasa) tenaga medisnya kurang, sedangkan yang dirawat sangat banyak jumlahnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dirinya mohon doa kepada semuanya untuk kesembuhan bapak Andy Achmad Sampurnajaya. “Mohon doanya dan mudah-mudahan bapak saya segera sembuh dari Covid-19,_ tukasnya. (*)






