// Dari Temu Tokoh Masyarakat Lampung Bersama Zulhas //
Bandarlampung – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyapa tokoh masyarakat Lampung di kediaman Ketua DPW PAN Lampung Irham Djafar Lan Putra, Jumat (18/6).
Dalam kesempatan itu, banyak hal yang dibicarakan oleh Menteri BUMN Erick Tohir. Mulai dari Bakauheni Harbour City, Reformasi Perbankan, Program Petrashop bagi Pondok Pesantren (Ponpes), hingga rencana membangun Rumah Sakit Jantung dan Otak.
Terkait Bakauheni Harbour City, Erick Thohir menargetkan pembangunan kawasan terintegrasi pariwisata Bakauheni yakni Bakauheni Harbour City, di Lampung, bakal rampung tahun 2024.
“Insya Allah dalam waktu dua tahun, Bakauheni, akan punya tempat wisata yang layak, kerjasama BUMN dan swasta,” ujar Erick Thohir.
Disampaikannya, pertumbuhan wisatawan nusantara (wisnus) sangat besar setelah pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Di Lampung, wisnus lebih mendominasi daripada wisatawan mancanegara (wisman).
“Setelah pembangunan tol, lebih dari 20 juta orang pergi ke Jawa lewat Bakauheni. Tadinya kita fokus turis asing yang sekitar 28 persen dengan nilai ekonomi Rp300 T tapi turis lokal bisa mencapai 72 persen dengan nilai Rp1.400 T,” jelasnya.
Menurutnya, terjadi peningkatan transportasi terjadi dari Sumatera ke Jawa dan sebaliknya terjadi hingga 40 persen. Sehingga, pembangunan pariwisata di Lampung dia harapkan bisa menjadi pusat wisata di Sumatera.
“Kita tidak anti asing (turis asing), tapi sudah seyogyanya kita harus melayani bangsa kita sendiri,” kata dia.
Ia mengklaim, sebagai tulang punggung Indonesia, tugasnya sebagai Menteri BUMN sangat berat. Untuk itu, dirinya melakukan reformasi besar-besaran dalam berbagai bidang, salah satunya perbankan yang membentuk Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi urutan ke tujuh se-indonesia.
Selain itu, di BRI dia mengatakan, mengurangi korporasi perusahaan besar dari 48 menjadi 18 agar kuota sisanya bisa digunakan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Sementara, BNI akan difokuskan menjadi Bank global untuk membantu ekspor Indonesia ke luar negeri serta BTN diupayakan menjadi solusi anak-anak muda tidak kesulitan mendapatkan hunian.
Kemudian dalam peningkatan ekonomi UMKM, Kementerian BUMN memprogramkan 5.000 Pertashop kerjasama dengan pondok pesantren. “Termasuk di Lampung khususnya dan Sumatera umumnya,” kata Erick.
Dari 5.000 yang diprogramkan, sudah 1.200 ponpes mengajukan. Kesempatan ini terbuka bagi pondok pesantren yang benar-benar mau berusaha.
Untuk pendanaannya dapat dilakukan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI). “Terpenting pesantrennya siap kerja,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, juga tetap ada aturan yang berlaku. Di antaranya pendirian Pertashop tersebut minimal berjarak lima kilometer dari SPBU terdekat.
Terakhir, Kementrian BUMN juga ada rencana ingin membangun rumah sakit jantung dan otak. Karena selama ini belum ada rumah sakit seperti itu. “Tapi yang ini saya belum janji karena belum ketemu tanahnya. Kita sedang mencari tempatnya. Kemarin sempat dibisikin ada tanah di tengah kota milik BUMN, ternyata terlalu kecil,” tandasnya. (Cah)






